DEFENDER Sriwijaya FC, Precious Emuejeraye melakukan persiapan maksimal menghadapi Arema Malang, di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (20/3).
Pemain berdarah Nigeria yang menjadi warga naturalisiasi Singapura ini mengkhawatirkan pergerakan duo Singapura Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan, dua rekan Timnasnya.
"Saya tahu permainan keduanya karena pernah bertemua dalam Liga Singapura," kata Precious, Kamis (19/3).
Menurut bek bertinggi 188 cm ini, baik Alamshah maupun Ridhuan memiliki kecepatan dan insting gol. Mereka mampu menyelesaikan peluang sekecil apapun untuk menjadi gol.
"Saya harus bekerja keras bersama rekan-rekan. Kami bermain kolektif dan menerapkan zona marking," ujar Precious.
Seperti diketahui Alamshah merupakan rekrutan tersukses Arema lantaran memberikan kontribusi besar kepada klub asal Malang itu. Total 9 gol sudah dilesakkan pemain bertinggi 178 cm ini.
Sementara Ridhuan yang bermain di posisi gelandang juga berperan besar membawa Arema ke puncak. Sedangkan Precious adalah bek Timnas Singapura dan sudah saling menjajal dengan Alamshah dan Ridhuan.
Sebagai pemain naturalisasi, Precious memiliki kelebihan yakni, stamina dan kekuatan fisik. Meski kerap kesulitan menjaga pemain-pemain lawan bertubuh mungil tetapi gesit, keberadaan Precious sangat penting bagi lini belakang SFC.
Meski tidak terlalu cepat, tetapi ia memiliki insting membaca arah permainan lawan.
Dia pun pandai memotong umpan-umpan crosing. Jika memiliki tandem sehati, mantan pemain Woddland Wellingthon FC ini mampu menjaga lini belakang dengan baik.
Salah satu tandem terbaiknya selama di SFC adalah Bobby Satria, sebab pemain asal Padang ini mampu menutupi kekurangannnya yang kerap kesulitan menjaga pemain yang memiliki kecepatan.
Sementara itu
Sriwijaya FC yang akan menjadi lawan Arema Indonesia sedang dalam kondisi onfire setelah melibas wakil Malaysia, Selangor FA 6-1 di AFC Cup.
Pada pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang itu, skuad Rahmad Darmawan tampil agresif dan menciptakan banyak peluang gol. Namun Selangor justru bisa mencuri gol melalui Mohamad Safi pada menit ke 15.
Meski sempat tertinggal satu gol, Laskar Wong Kito mampu membalikkan kedudukan dan unggul 2-1 sebelum babak pertama berakhir melalui gol Arif Suyono dan Zah Rahan. Gol Zah Rahan juga berkat umpan Arif Suyono yang akhir pekan ini akan menghadapi mantan klubnya, Arema.
Pada babak kedua, Selangor yang bermain dengan sepuluh pemain karena M Amri terkena kartu merah, tidak mampu mengimbangi serangan-serangan Sriwijaya FC yang mampu mencetak empat gol tambahan.
Diawali oleh Rahmat Rivai pada menit ke 61, Arif Suyono mencetak gol keduanya pada menit ke 79 yang ditambah oleh dua gol dari Keith Kayamba Gumbs di menit 85 dan 88.
Lagi, Arema Hadapi “Timnas”
Pelatih Arema, Robert Alberts, mengakui kekuatan Sriwijaya FC tak kalah hebat dari Persib Bandung. Lini depan Sriwijaya FC sangat produktif dengan mencetak 9 gol dalam dua laga terakhir yakni Persema (3-0) dan Selangor (6-1).
“Sekali lagi kita akan melawan Timnas,” ujar Robert seperti dilansir Malang Post mengacu pada materi pemain Sriwijaya FC yang didominasi pemain-pemain timnas seperti Ponaryo Astaman, Isnan Ali, Charis Yulianto, Ferry Rutinsulu, dan pemain yang musim lalu berkostum Arema, Arif Suyono.
Hampir sama seperti Persib Bandung, Sriwijaya FC pun memiliki pemain timnas di bangku cadangan. Namun Arema memiliki waktu recovery lebih lama dan tidak ada pemain yang terkena akumulasi kartu sehingga bisa tampil full team kecuali Purwaka yang masih cedera.
“Itulah bedanya, di Arema kita tidak memiliki pemain timnas yang bisa dicadangkan. Sriwijaya tim yang bagus dalam serangan dan organisasi pemainan,”
“Kami senang karena tidak ada pemain yang terakumulasi kartu atau cedera. Kita juga punya waktu recovery dua hari di Palembang,”
Sementara itu asisten pelatih Arema, Joko Susilo mengatakan bahwa target timnya di Palembang adalah menang setelah gagal meraih poin di Bandung.
“Mengenai hasil pertandingan di Bandung, tim pelatih sebenarnya belum seratus persen puas, tetapi pemain sudah bermain semaksimal mungkin,” kata Joko ‘Gethuk’ Susilo kepada wartawan.
“Target kita di Palembang adalah menang. Tim pelatih menekankan dari awal kepada pemain bahwa setiap pertandingan adalah final, hadi harus merebut poin maksimal,”

