Share |

Psim vs Persibo = 0-0 , Terlalu Berhati-Hati


Seperti diprediksi sebelumnya, kalau pertandingan antara Persibo Bojonegoro saat melawat ke kandang PSIM Jogjakarta tidak akan mudah. Hal itu terbukti, Sabtu (13/3/2010) sore tadi. Selama dua kali 45 menit, Persibo Bojonegoro akhirnya bisa mencuri poin 1 di kandang PSIM Jogjakarta.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan menyebutkan, pada babak pertama Persibo Bojonegoro lebih mendominasi pertandingan lewat serangan-serangan sayapnya.

Menurunkan pemain terbaiknya, Persibo tampak kesulitan menggedor barisan belakang tuan rumah. Dengan absennya dua pemain karena akumulasi kartu kuning, pelatih Sartono Anwar akhirnya menurunkan Novan Setya dibarisan belakang mendampingi Aris Tuansyah, Slamet Sampurno dan M Hamzah.

Sedangkan tiga gelandang dipasang, masing-masing M Irfan, Jajang Paliama dan Victor Da Silva. Sementara trio penggedor dipasrahkan kepada Abel Ciello Quioh, Melky Pekey dan Pierre Sah Kollie.

Untuk penjaga gawang, Heri Prasetyo masih menjadi pilihan utama di setiap laga Laskar Angling Dharma, baik itu saat main di kandang, maupun saat tandang. Untuk tuan rumah, penjaga gawang diisi oleh Agung P dan empat kwartet pemain belakang dipasang. Diantaranya Andry Wirawan, Abdul Rifai, M Riza Fandofa dan Topas W Pamungkas.

Pada sektor gelandang ada Dean Fauzi Firdaus, Otot Hermawan, Bayu Andra dan Steven Anderson. Sementara untuk barisan depan ada Engkus Kusuma dan Elthon Maran. Kedua pemain terakhir ini, sejak pertengahan babak pertama sering membahayakan gawang Persibo Bojonegoro.

Tetapi, lagi-lagi saling hati-hatinya permainan membuat gol yang ditunggu-tunggu kedua belah pihak tidak muncul hingga babak kedua berakhir. Pada awal babak kedua, pemain Persibo sempat membuat para pemain belakang PSIM kelabakan. Khususnya aksi individu yang dilakukan oleh gelandang enerjik M Irfan.

Beberapa kali ia harus dijatuhkan oleh pemain belakang yang membuat keuntungan ditangan Persibo. Namun lagi-lagi Dewi Furtuna belum berpihak pada tim tamu, yang beberapa peluang tidak bisa dimanfaatkan menjadi gola.

Sampai 2 kali 45 menit, akhirnya wasit Hadi Suroso asal Semarang yang memimpin pertandingan di stadion Sasana Krida AAU Jogjakarta itu meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan. [dul/kun]
Share on Google Plus

About 12paz