
Pelatih Persebaya Surabaya Rudy William Keltjes berharap tren positif yang tengah dialami timnya terus berlanjut saat menjamu PSPS Pakanbaru dalam lanjutan Indonesia Super League di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari, Rabu (31/3) sore. Dalam pertandingan terakhir di kandang pada pekan lalu, Persebaya menang atas Persela Lamongan dengan skor 2 - 0. "Kami ingin memetik poin penuh dari PSPS," kata Keltjes, Selasa (30/3).
Kemenangan ibarat harga mati bagi tim berjuluk Bajul Ijo bila musim depan ingin tetap berlaga di kancah super liga. Sebab, di akhir kompetisi Persebaya harus lebih banyak melawat ke kandang lawan, diantaranya menyambangi kandang Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena.
Kini posisi Persebaya masih rawan karena berada di papan bawah. Karena itu, Keltjes harus memaksimalkan laga kandang yang tersisa, termasuk laga versus PSPS. Apalagi pada putaran pertama lalu Persebaya digebuk dengan skor 4 - 1 di kandang PSPS. "Kami akan bermain menyerang untuk mengejar kemenangan," kata bekas pemain Persebaya era 1970 an itu.
Dalam pertandingan tersebut Keltjes sudah bisa menurunkan gelandang kreatif John Tarkpor yang telah bebas dari hukuman akumulasi kartu. Namun kondisi striker Andi Odang masih tanda tanya untuk merumput. Odang mengalami cidera saat menghadapi Persiba Balikpapan. Saat menjamu Persela, tempat Odang diisi Korinus Fingkrew dan berduet dengan Patricio Morales.
Sementara itu pelatih PSPS Andul Rahman Gurning menaruh waspada atas kembalinya Tarkpor. Menurut Gurning, bersama Muhammad Taufiq, Tarkpor adalah nyawa bagi lini tengah Persebaya.
Bekas pemain PSMS Medan era 1980 an ini menambahkan, motivasi Persebaya untuk menang makin berlipat karena selain bermain di kandangnya sendiri juga tengah berupaya untuk mengamankan posisinya di klasemen sementara. "Mencuri satu poin dari Persebaya sudah bagus," kata Gurning.
Sementara itu Laga PSPS melawan Persebaya di Stadion Gelora 10 November, Rabu (30/3) petang ini sangat berarti buat Josh Maguire. Ya, pemain asal Australia ini dibuang manajemen Persebaya di akhir putaran pertama sebelum dipinjamkan ke PSPS.
Rasa sakit hati Josh tak hanya sampai di sini saja. Ia juga menyimpan rasa sakit hati karena manajemen Persebaya tak mau membayar denda ke Komdis PSSI sebesar Rp50 juta yang dijatuhkan kepadanya saat masih membela Persebaya. Akibat belum dibayarnya denda tersebut, hasrat Josh untuk segera membela PSPS tertunda. Josh baru bisa dimainkan PSPS ketika menghadapi Sriwijaya FC, Sabtu (27/3) lalu. Padahal, proses administrasi peminjamannya sudah disahkan PSSI sejak dua pekan lalu.
Seharusnya Josh bisa dimainkan ketika PSPS menghadapi Persiwa Wamena, Persipura dan Persib Bandung. Namun karena denda Rp50 juta belum dibayar, Josh tak bisa dimainkan. Ia baru bisa dimainkan setelah denda tersebut ditalangi manajemen PSPS.
Kepada Riau Pos, Josh mengatakan dirinya siap tampil fight melawan Persebaya. ‘’Ya, saya berharap dimainkan dan membuktikan mereka (Persebaya, red) telah melakukan kesalahan besar membuang saya,’’ ujar pemain berusia 30 tahun ini, Selasa (30/3).
‘’Saat ini kondisi saya banyak mengalami peningkatan dibandingkan ketika saya datang sepekan lalu,’’ tambah pemain yang pernah merasakan Liga Vietnam bersama klub Ho Chi Minh City ini. Namun apakah ambisi menggebu-gebu Josh untuk membalas sakit hatinya terhadap Persebaya bakal terwujud? Pasalnya belum ada garansi ia masuk starting eleven PSPS dari pelatih Abdul Rahman Gurning.
Apalagi kwartet lini tengah April Hadi, Rusdianto, Ade Chandra Kirana dan Cyril Emile Tchana tampil mengesankan kala PSPS mengalahkan Persib Bandung 3-0 dan Sriwijaya FC dengan skor 2-0.
‘’Kalau Josh sangat berambisi untuk main. Tapi pertimbangan lain seperti amarah pendukung Persebaya juga harus diperhitungkan. Jika kondisinya memungkinkan Josh akan dimainkan. Tapi jika April dikeluarkan,’’ jelas Gurning saat dihubungi Riau Pos. Lebih lanjut Gurning mengatakan akan riskan memasukan Josh jika PSPS masih dalam kondisi 0-0 karena akan ada tekanan dari Bonek. Tapi, seandainya PSPS sudah unggul maka kemungkinan besar Josh akan diturunkan.(aga)
