Persebaya gagal memperoleh kemenangan saat bertemu PSPS Pekanbaru, Rabu (31/3/2010) di kandang sendiri, stadion Gelora 10 Nopember. Bajul Ijo justru tertunduk malu setelah dipermalukan PSPS dengan skor tipis 0-1. Kekalahan ketiga kali secara beruntun atas PSPS membuat Bajul Ijo semakin dekat dengan jurang degradasi.etelah 10 haris beristirahat, Persebaya kembali merumput di stadion Gelora 10 Nopember, Rabu (31/3/2010) sore hari ini. Mereka harus menghadapi lawan yang cukup kuat, PSPS Pekanbaru. Bermain di kandang sendiri, Bajul Ijo mengusung misi balas dendam atas dua kali kekalahan beruntun atas tim berjuluk Askar Bertuah itu.Hujan yang mengguyur Surabaya selama dua jam membuat lapangan Gelora 10 Nopember becek dan licin. Kondisi ini membuat bola sulit dikendalikan dan punggawa kedua tim sering terpeleset. Selain itu, kondisi lapangan yang becek membuat pemain Persebaya kesulitan melakukan penetrasi.
Kondisi ini menjadi keuntungan bagi PSPS. Tim besutan Abdurrahman Gurning ini justru lebih banyak mengancam gawang Persebaya. Mengandalkan duet Herman Dzumafo dan M Isnaini, Laskar Asykar Bertuah membuat pemain belakang Bajul Ijo banting tulang untuk mengamankan gawangnya.
Penderitaan Bajul Ijo bertambah ketika gelandang andalannya, Taufiq mengalami cedera saat pertandingan baru berjalan 11 menit. Sebagai gantinya, pelatih Rudy William Keeltjes memasukkan pemain muda Lucky Wahyu. Kehilngan Taufiq membuat lini tengah kalah bersaing dengan gelandang PSPS yang dikomandoi mantan pemain Persebaya, Josh Maguire.
Hingga menit ke-25 pertandingan, Bajul Ijo tak satu pun mengancam gawang PSPS. Sebab serangan Persebaya sering terhenti oleh kokohnya pertahanan PSPS yang digalang Banaken Basoken. Peluang pertama Persebaya baru datang pada menit ke-30 lewat aksi Tarkpor. Tapi berhasil digagalkan lini belakang lawan.
Kondisi lapangan yang mulai mengering membuat permainan agresif Persebaya mulai terlihat. Striker anyarnya, Patricio Morales dua kali mengancam gawang PSPS yang dijaga Dede Sulaiman. Sayang dua kali pula Dede berhasil memblok tendangan pemain yang akrab disapa Pato. Akhirnya, hingga babak pertama usai skor masih imbang tanpa gol.
Masuk babak kedua, Persebaya memasukkan Korinus Fingreuw untuk menggantikan Jeon Byung Euk. Pertandingan pun sudah panas ketika bek sayap PSPS, Agus Cima mengancam gawang Syaifudin saat pertandingan baru berjalan beberapa detik. Beruntung, Syaifudin dengan sigap mampu menghalau bola.
PSPS kembali mengancam gawang gawang Syaifudin. Kali ini melalui aksi M Isnaini. Melewati dua bek Persebaya, Isnaini pun melepaskan tendangan keras. Sayang sepakannya masih melambung di atas mistar gawang.
Mimpi buruk Bajul Ijo akhirnya datang pada menit ke-52. Berawal dari kemelut di depan gawang, gelandang PSPS, Cyril Tchana akhirnya berhasil menjebol gawang Syaifudin. Skor pun berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan tim Asykar Bertuah.
Usai tertinggal melalui gol yang dicetak Cyril Tchna menit ke-52, Persebaya bermain semakin agresif. Mereka membuat PSPS bermain setengah lapangan dan hanya mengandalkan serangan balik. Sayang, tidak adanya seorang striker haus gol membuat semua peluang Persebaya akhirnya mentah.
Untuk menambah daya serang, pelatih Persebaya, Rudy William Keeltjes memasukkan gelandang muda nan enerjik, Andik Vermansyah menit ke-66. Masuknya Andik membuat lini depan Persebaya semakin bertaji. Dia sering menjadi aktor serangan sekaligus sasaran tackling keras dari bek-bek tim asuhan Abdurrahman Gurning itu.
Penampilan apik kiper PSPS, Dede Sulaiman juga membuat lini depan Persebaya frustasi. Sebab mantan kiper Sriwijaya FC itu kerap kali melakukan penyelamatan gemilang. Hingga pertandingan usai skor 0-1 masih tetap bertahan. Kekalahan ini membuat Bajul Ijo tak beranjak dari peringkat ke-14. Mereka pun terancam kembali ke Divisi Utama.
