Share |

Pelatih Persib Pertanyakan Kuota Pemain Asing


Jam terbang pemain muda jadi masalah dalam pembinaan sepakbola Indonesia sekarang ini. Hal ini berdampak pada kualitas pemain tim nasional.

Pemain timnas Indonesia sekarang disebut hanya itu-itu saja. Perlu ada regenerasi pemain timnas.

Hal itu diungkapkan oleh Pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono. Menurutnya, dampak dari banyaknya pemain asing di Liga Indonesia membuat timnas dihuni oleh pemain yang sama dan membuat tim negara lain mudah membaca permainan timnas.

“Bambang Pamungkas, Aliyudin dan Budi Sudarsono sudah mulai turun permainannya. Timnas membutuhkan regenerasi,” ujar Jaya saat ditemui seusai latihan di Stadion Siliwangi, Bandung, Selasa 30 Maret 2010.

Menurut Jaya, sebagai klub pihaknya tidak menemui kendala berarti terkait pembatasan pemain asing di Liga Super Indonesia (ISL). Menurutnya, banyak pemain muda yang berpotensi dan berkualitas.

“Sebagai klub kami tidak menemui kendala. Dampaknya justru akan terasa di timnas. Akan semakin banyak pemain lokal tak berkembang,” ujarnya.

Soal Wasit

Selain itu, Jaya juga berharap ada peningkatan standarisasi wasit di Liga Super Indonesia. Menurutnya, banyak wasit yang belum menegakkan peraturan FIFA. Jaya berharap wasit-wasit di Indonesia dapat mencontoh Purwanto.

“Purwanto adalah salah satu wasit di Indonesia yang menegakkan peraturan FIFA. Ia sangat tegas di lapangan, sayangnya belum diikuti oleh wasit lainnya,” ujar Jaya.

Selain itu, Jaya berharap para pemain mendapatkan perlindungan. Masih banyak pemain di Liga Indonesia yang tidak menegakkan etika fairplay. Menurutnya hal itu dapat membunuh karir pemain.

“Peraturan permainan harus ditegakkan. Mau berapa lagi pemain yang jadi korban? Sengaja atau tidak toh sudah ada korban karena tidak ada yang berani tegas,” ujarnya.

Dirinya bercerita tentang pengalaman sebagai pemain ketika memperkuat tim nasional saat berlaga di Piala Asia 1996. Saat itu, dirinya hanya mengganggu pergerakan pemain lawan tetapi langsung mendapat kartu kuning.

”Hal ini berbeda dengan Liga Indonesia, banyak pelanggaran keras tidak berbuah kartu,” ujarnya.

Laporan: Iwan Kurniawan/Bandung
Share on Google Plus

About 12paz