Share |

Kecewa Tak Dapat Tiket, Loket Stadion Kanjuruhan Dirusak Massa


Diduga kecewa tak bisa mendapatkan tiket, ratusan massa melampiaskan amarahnya dengan merusak kaca loket Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (29/03/2010).

Insiden yang terjadi begitu cepat itu, terjadi sejak ribuan massa yang sudah antri untuk mendapatkan tiket pertandingan Arema Indonesia melawan Persitara Jakarta Utara, Selasa (30/3/2010) sore, sudah berkumpul di depan loket penjualan tiket sejak pukul 07.00 wib.

Saking banyaknya orang, antrian panjang yang mengular hingga radius 100 meter itu, ternyata tak bisa mendapatkan tiket box seluruh. Alhasil, saat penjaga loket tiket sudah menutup antrian panjang, dengan penuh amarah dan spontanitas, massa yang berjumlah ribuan itu, melampiaskan amarahnya dengan melempari loket.

"Kejadiannya begitu cepat. Saat itu, loket memang sudah kami tutup karena jatah alokasi yang kami sediakan memang habis," ungkap Abdul Haris, Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Stadion Kanjuruhan.

Amarah para pencari tiket itu meledak setelah pintu loket ditutup. Petugas loket pun mengatakan jika tiket sudah habis. Akibatnya, entah siapa yang memulai lebih dulu, massa yang sudah mengantri sejak pagi akhirnya melempari kaca loket dengan batu.

Bahkan, satu paving utuh sempat dilemparkan ke arah loket. Akibatnya, 6 kaca loket pecah berantakan. Seluruh kaca baik diatas dan dibawah bagian loket juga pecah. Sayangnya, dalam kejadian ini, tak ada satupun petugas keamanan yang mengamankan jalannya keributan dan menangkap pelaku.

"Kami juga baru dapat telepon hari ini jika ada rebut-ribut. Seharusnya, pihak UPTD berkomunikasi dulu dengan kami jika ingin menjual tiket boxs. Ini pasti ada sesuatu yang ganjil," ungkap Kanitreskrim Polsek Kepanjen Iptu Imron yang terlihat marah saat ditemui di lokasi kejadian.

Sementara itu, dijelaskan Haris, UPTD memang menyiapkan jatah 500 lembar tiket. Jumlah sebanyak itu adalah alokasi dari jumlah total tiket yang dikeluarkan Panpel Arema sebanyak 30.000 lembar tiket untuk kelas ekonomi. Serta 2500 lembar tiket untuk kategori VIP.

Hanya saja, jumlah pengantri yang lebih dari seribu orang itu, tak bisa mendapatkan tiket yang seperti yang mereka harapkan. Akibatnya, tepat pukul 09.30 wib, insiden perusakan loket tiket pun terjadi.

Usai kejadian itu, beberapa dedengkot Aremania langsung terjun ke lokasi kejadian. Selain Surtato, Korwil Aremania Bululawang yang terlihat di lokasi kejadian, beberapa Korwil dari Gondanglegi dan Kepanjen, ikut melihat suasana di depan loket Stadion Kanjuruhan yang masih banyak dipenuhi massa. Mereka mencoba menenangkan dan mencari tahu siapakah yang melakukan perusakan loket tiket pada saat itu. [yog/kun]
Share on Google Plus

About 12paz