
Kemenangan Arema Indonesia atas tim tamunya Persitara Jakarta Utara, Selasa (30/3) lalu membawa korban. Empat pemain pilarnya mengalami cedera. Mereka yakni Kapten Arema Pierre Njanka, Esteban Guillen, M Ridhuan dan M Fahrudin. Mereka kini menjalani pemulihan agar kembali fit saat menjamu Pelita Jaya, Sabtu (3/4) mendatang.
Pelatih Arema Indonesia Robert “Meneer”Alberts mengatakan empat pemainnya itu memang cedera. Namun hanya bersifat cedera ringan sehingga diharapkan bisa pulih dalam waktu dekat. Tenaga empat pemain itu amat dibutuhkan untuk menambah daya tahan lini belakang dan daya gedor lini depan.
“Mereka cedera ringan karena benturan saat bertanding melawan Persitara,” aku Robert, kemarin.
Cedera yang dihadapi empat pemain bisa jadi membuat skuad Arema ketar-ketir. Mengingat mereka memiliki peran yang sangat penting di lini masing-masing. Terutama veteran Piala Dunia Pierre Njanka yang menjadi benteng kokoh di pertahanan Arema.
Pierre Njanka sebenarnya mengalami cedera hamstring sebelum diturunkan menjamu Persitara. Lantaran kondisinya dinilai fit, pemain asal Kamerun itu tetap diturunkan dipertandingan yang dimenangkan Arema 2-0 itu. Ternyata penampilan Njanka juga cukup bagus dan mampu mengorganisasi lini belakang.
Terlebih saat menghadapi tim berjuluk Laskar Si Pitung itu, Arema harus bertarung dibawah guyuran hujan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Hujan deras memang turun sepanjang pertandingan mulai babak pertama hingga babak kedua berakhir. Praktis, kedua kesebelasan harus bekerja ekstra keras untuk memaksimalkan serangan.
“Kemenangan kita bisa diraih berkat kerjasama yang apik seluruh pemain Arema,” ungkap Robert.
Skuad Arema harus ekstra hati-hati menjaga kondisi para pemain guna mempersiapkan laga selanjutnya. Pemain dalam formasi komplit amat dibutuhkan saat menghadapi tur Papua bulan April. Sebelum laga away ke Papua, Singo Edan masih memiliki beban satu laga kandang menjamu Pelita Jaya.(ary/jon)
