Share |

Arema vs Persitara : Pertempuran Langit Bumi


Laga penuh gengsi Arema Indonesia melawan Persitara sore ini, bagaikan pertempuran langit dan bumi. Singo Edan bercokol di puncak klasemen, sedangkan Si Pitung justru menduduki posisi juru kunci.
Meski berbeda kasta, pertemuan kedua tim bakal berlangsung fantastis lantaran disaksikan orang nomor satu di Indonesia, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Arema Indonesia tak bisa memandang remeh si penghuni jurang degradasi Persitara Jakarta di Stadion Kanjuruhan sore ini. Pasalnya, Si Pitung memiliki penggawa dan kekuatan yang sama sekali berbeda dibanding pertemuan kedua tim putaran pertama lalu. Sehingga, Pelatih Arema Indonesia sang Meneer Robert Rene Alberts harus putar otak menghadapi racikan asisten Pelatih Persitara Doddy Sahetapy.
Skuad Arema sendiri dipastikan bakal tampil all out dihadapan Presiden RI serta puluhan ribu pendukungnya. Kolektifitas diantara pemain Arema akan menjadi modal berharga untuk melumat Laskar Si Pitung. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia rupanya malah menjadi suntikan motivasi.
Robert mengatakan, kehadiran SBY justru menjadi cambuk bagi Arema. Penggawa Singo Edan harus bisa membuktikan bahwa Arema adalah klub terbaik di Indonesia.
Robert memang optimis skuadnya mampu memenuhi target menang pada laga home keempat di putaran dua Indonesia Super League (ISL).
‘’Justru kita termotivasi, Arema harus membuktikan sebagai klub terbaik di Indonesia,’’ aku Robert menjelang latihan di Stadion Kanjuruhan, kemarin pagi.
Meski tampil optimis, Robert rupanya juga enggan kecolongan dengan racikan strategi dari tim lawan. Secara komposisi Persitara diakui sebagai tim bagus yang memiliki daya serang berbahaya.
Buktinya, saat dijamu Persipura di Stadion Mandala, Si Pitung berhasil meredam ambisi menang tuan rumah. ‘’Ya memang salah satu keuntungan kita adalah jeda recovery yang lebih lama dibanding Persitara,’’ ujar Robert.
Arema sedang mengalami happy day setelah berhasil memenuhi target menang dalam laga melawan Persijap Jepara (24/3) lalu. Guna mengamankan posisi di puncak klasemen, Singo Edan memang harus menuntaskan seluruh laga home dengan kemenangan. Para penggawa Arema memiliki jeda istirahat sekitar lima hari sebelum menghadapi Persitara.
Sedangkan, Si Pitung, usai menjamu PSM Makassar (27/3) lalu praktis hanya punya dua hari istirahat. Selain itu dijamu Arema, Persitara bakal kehilangan satu pilar penting yang terkena akumulasi kartu. Supriyadi salah satu stoppernya harus absen lantaran terkena kartu merah ketika menghadapi PSM Makassar.
Selain Supriyadi, satu pemain andalannya diperkirakan juga tak bisa turun karena cedera. Cesar Mboma salah satu penyerangnya tengah dibalut cedera sehingga perannya bisa jadi akan diambil Tantan. Saat ini, Persitara merupakan tim berbeda lantaran telah melakukan perombakan skuad.
Secara komposisi, tinggal empat pemain lama Persitara yang biasa tercatat dalam line up yakni Ahmad Marzuki, Ledi Utomo, Tantan, legiun asing Prince Kabir Bello. Kekuatan baru Si Pitung itulah yang meningkatkan daya gedor tim yang bermarkas di Tanjung Priuk tersebut.
Asisten Pelatih Persitara Doddy Sahetapy mengaku semangat juang Si Pitung sedang terpompa. Tim akan bermain rilex seperti halnya ketika menghadapi Persipura di Stadion Mandala. Namun dia mengaku cukup realistis melihat perbedaan kasta yang amat jauh antara Arema dan Persitara.
“Namun dalam sepak bola apapun bisa terjadi, yang penting kita (Persitara) harus bekerja keras dan berusaha. Kalau tak mau bekerja keras ngapain kita jauh-jauh kesini,” paparnya.
Rasa percaya diri skuadnya juga tinggi dan akan berusaha mengimbangi permainan Arema. Menurut Doddy skuadnya tak gentar meskipun saat ini tren Arema positif setelah kemenangan kandang melawan Persijap. Disisi lain, kekalahan Persitara dilaga home menjamu PSM Makassar juga telah dilupakan.
“Saya kira secara teknik pemain di Indonesia Super League semuanya merata, sehingga saya akan mewaspadai seluruh pemain Arema. Pemain Persitara menikmati pertandingan ini dan tanpa beban,’’ akunya.
Kunci sukses menghadapi Arema, kata Doddy adalah mampu bermain lebih sabar meski sedang ditekan lawan. Doddy amat memahami bahwa Arema merupakan tim yang memiliki keunggulan terutama dalam kerja sama pemain. ‘’Saya optimis meski bermain melawan tim yang sangat solid,’’ tegasnya.
Mengenai masa recovery, Persitara tak menyalahkan perubahan jadwal ISL. Seluruh penggawa juga makin termotivasi lantaran disaksikan langsung oleh RI 1. absennya beberapa penggawa juga dinilai tak mempengaruhi performa tim. ‘’Mudah-mudahan Tuhan memberi keberuntungan, pemain tetap sabar meski berada dalam tekanan,’’ tandasnya. (ary/avi)
Share on Google Plus

About 12paz