
Coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan mulai mengenjot latihan untuk mempersiapkan laga putaran ke-2 Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 dan laga AFC Cup. Pelatih asal Metro Lampung ini mulai menekankan anak asuhnya pada lini pertahanan. “Ya, mulai hari ini (kemarin Red) kami akan memulai memperbaiki lini pertahanan. Sebab, dari hasil putaran pertama saya kurang puas,” kata Rahmad Darmawan, kemarin (5/2).
Ya, dari hasil putaran pertama Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) sangat buruk. Selain hanya menghuni di peringkat ke-9 dengan poin 25 dari 17 laga. Laskar Sriwijaya termasuk tim ke-4 yang paling banyak kebobolan.
Tim besutan Rahmad Darmawan ini telah kebobolan 25 gol dari 17 laga dan hanya mampu menciptakan 22 gol hingga paruh musim ini. Tim terbanyak kebobolan adalah Persebaya Surabaya, dengan jumlah kebobolan 28. Tapi, Bajul Ijo (julukan Persebaya) mampu menciptakan gol 28 dan berada di peringkat ke-11.
Peringkat ke-2 di ambil oleh Persitara Jakarta Utara dengan jumlah kebobolan 25 gol dan menciptakan gol 11 gol. Saat ini Persitara menempati peringkat ke-17. Sedangkan peringkat ke-3 untuk kategori tim kebobolan terbanyak di sandang oleh PSM Makassar dengan kebobolan 25 gol dan menciptakan 11 gol. Saat ini PSM berada di peringkat ke-16.
Menurut RD sapaan Rahmad Darmawan, selain lini pertahanan yang buruk, dirinya juga mengkritisi kinerja anak asuhnya di sektor depan. Pasalnya, setiap pertandingan sedikitnya, Laskar Sriwijaya mempunyai 9 peluang tapi tidak tercipta gol.
“Lini depan dan lini belakang harus seimbang. Sehingga kami juga perlu untuk memperbaiki untuk sektor depan. Sebab, hasil buruk juga di ciptakan oleh pemain depan. Kalau 2:1 itu masih bagus. Tapi, kalau peluang menciptakan gol 9:1 itu hasil buruk,” pungkasnya. (mg43)
