Share |

Persijap vs Persipura : Tempel Arema


Persijap Jepara gagal memetik angka penuh saat menjamu Persipura Jayapura dan kalah 1-2 pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Jumat petang.

Sejak menit awal babak pertama, pemain Persijap langsung berinisiatif menyerang.

Meski mendominasi penguasaan bola selama 15 menit babak pertama, tim tuan rumah tetap gagal memberikan ancaman bagi gawang tim tamu yang dijaga kiper Jendry Pitoy.

Terlalu asyik menyerang, tim tamu berhasil unggul terlebih dahulu melalui Alberto Goncalves pada menit ke-18.

Gol berawal ketika pemain Persipura mendapatkan tendangan penjuru.

Kegagalan kiper Persijap Danang Wiharmoko menghalau bola berhasil dimanfaatkan Alberto yang berdiri bebas tanpa kawalan.

Tendangan Alberto sempat dihalau barisan belakang Persijap, Nurul Huda, sebelum ditangkap kiper Danang.

Tetapi, wasit menganggap bola terlebih dahulu masuk ke gawang, sebelum ditangkap kiper tuan rumah.

Tertinggal satu gol, semakin membuat anak asuh Junaidi ngotot melakukan tekanan.

Serangan yang dilancarkan secara bertubi-tubi hingga ke jantung pertahanan Persipura Jayapura, berhasil digagalkan barisan belakang tim tamu yang dikomandoi oleh Victor Igbonefo dan kawan-kawan.

Sebaliknya, tim tamu justru bermain taktis dan terorganisir rapi, meskipun penguasaan bola masih kalah dibandingkan dengan tim tuan rumah.

Hingga menit-menit akhir babak pertama, upaya Persijap menyamakan kedudukan gagal terwujud.

Skor sementara kedua kesebelasan, hingga peluit panjang tanda babak pertama usai tetap 0-1 untuk kemenangan Persipura.

Memasuki babak kedua, pemain Persijap tetap ngotot melakukan tekanan, karena tak ingin malu di depan publik sendiri.

Tekanan bertubi-tubi para pemain Persijap dari semua lini, akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-51, setelah pemain Persipura, Ricardo Salampessy yang bertugas di barisan belakang melakukan gol bunuh diri.

Gol bunuh diri berawal dari serangan yang dibangun anak asuh Junaidi. Umpan terukur Doni Siregar berhasil diteruskan Pablo Frances dengan sundulan kepala mengarah ke gawang.

Upaya Ricardo menghalau bola dengan sundulan kepala justru membuat arah bola masuk ke gawang sendiri, skor 1-1.

Tim tamu mencoba memperlambat tempo permainan, untuk memancing pemain tuan rumah kembali melakukan serangan.

Buruknya koordinasi antar lini, membuat tim yang berjuluk Laskar Kalinyamat kembali kebobolan untuk kedua kalinya pada menit ke-66.

Gol berawal, ketika Stevi Bonsapia pemain pengganti Yustinus Pae pada menit ke-63, berhasil menusuk melalui sisi kiri pertahanan lawan dan memberikan umpan silang ke sisi kanan pertahanan lawan yang diterima Boaz Salossa dan diteruskan kepada Eduard Ivak Dalam.

Tendangan keras Eduard Ivak Dalam yang menjadi kapten kesebelasan Persipura berhasil menjebol gawang Danang Wihatmoko untuk merubah kedudukan menjadi 1-2, untuk keunggulan Persipura.

Keunggulan sementara, dimanfaatkan tim tamu untuk menurunkan tempo permainan.

Sementara tuan rumah mencoba kerja keras menyamakan kedudukan dengan menaikkan tempo serangan.

Sejumlah peluang yang dimiliki tim Persijap gagal dimaksimalkan para pemain.

Termasuk peluang emas yang dimiliki Pablo Frances pada menit ke-85, berhasil digagalkan Kamasan Jack Komboy, saat Jendry Pitoy keluar dari sarangnya.

Kesempatan terakhir untuk menyamakan kedudukan dimiliki Doni Siregar pada menit-menit akhir babak kedua.

Sayang, tendangan keras dari luar kotak penalti lawan masih melambung di atas mistar gawang.

Hingga peluit panjang tanda pertandingan usai, kedudukan kedua kesebelasan tetap 1-2 untuk kemenangan Persipura.

Pada pertandingan tersebut, wasit Solehadi asal Tangerang mengeluarkan satu kartu kuning untuk pemain Persipura.

Menanggapi kekalahan dari tim tamu, asisten pelatih Persijap Anjar Jambore mengatakan, kekalahan itu karena anak asuhnya kurang sabar dalam penyelesaian akhir.

"Semangat bertanding para pemain memang bagus, tetapi kami masih kalah dalam hal kualitas pemain," ujarnya.

Ia mengakui, anak asuhnya terlalu mengikuti irama permainan lawan, sehingga serangan yang dibangun mudah dibaca lawan.

Sementara itu, Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengaku, puas dengan hasil yang diraih timnya.

"Harapan sebelumnya, selama laga di luar kandang cukup tiga atau empat poin saja. Kenyataannya kami mendapatkan enam poin dari kemenangan lawan Persijap dan Persela," ujarnya.

Ia mengakui, penguasaan bola lebih banyak dimiliki tim tuan rumah, tetapi permainan anak asuhnya lebih efektif dan cukup terorganisir.

"Pemain memang kami tekankan bermain sederhana, tetapi mendapatkan hasil yang maksimal," ujarnya. (AN/K004)
Share on Google Plus

About 12paz