
Jenderal Lapangan Tengah Persipura, Eduard Ivakdalam mengaku siap meletakkan ban kapten demi kepentingan tim. Baginya jabatan sebagai kapten tim bukanlah hal yang mudah, mengingat tanggung jawab besar harus dipikul selama 90 menit pertandingan.
Nah jika sudah begini, tentunya pertanyaan besar yang timbul adalah pemain siapa yang mendapat mandat yang berat itu. “Tidak masalah yang penting masing-masing pemain bisa menanamkan rasa tanggung jawab yang tinggi,” bilang Edu yang ditemui di Hotel Sapta Nawa, Gresik kemarin.
Kesiapan Paitua- sapaan akrab Edu ini- bukan berarti sedang terjadi permasalahan antar pemain ataupun dengan pelatih, tetapi baginya menyandang ban kapten merupakan tugas berat dimana siapapun pemainnya harus memiliki rasa tanggung jawab. “Jika perlu semua harus rasa, termasuk pemain muda jika mereka merasa mampu membawa tim ini,” katanya.
Dikatakan ban kapten tersebut sebelumnya pernah diberikan kepada Gerald Pangkali, Ortisan Solossa, Bio Paulin Piere, Viktor Igbonevo dan rencananya ban tersebut akan kembali bergeser ke lengan sang kiper, Jandry Pitoy. “Memang tidak mudah untuk memegangnya, butuh mental yang tinggi jadi jangan dipikir ini mudah,” timpalnya.
Ia menceritakan bahwa pernah ban kapten tersebut ia serahkan ke Victor Igbonefo dan ternyata menurutnya tak semua pemain mampu melaksanakan tugas itu. “Saat itu kami melawan Persisam dan skor sudah menang 2-1 dan saya katakan ke Victor, tolong bawa tim ini di 10 menit terakhir namun ternyata Persisam mampu menyamakan skor menjadi 2-2. “Tujuannya hanyalah agar tiap pemain memiliki rasa tanggung jawab atas tim ini karena bagaimanapun juga masyarakat juga menaruh harap agar hasil bagus selalu kita peroleh,” tandasnya. (ade/tri)
(scorpions
