
Persela Lamongan mengakhiri putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 dengan hasil buruk. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu gagal menuai poin dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta kemarin (3/1).
Dengan kekalahan itu Persela harus mengakhiri paro musim pertama di urutan ke-10. Tim besutan Widodo C. Putro itu mengantongi nilai 24 dari tujuh kemenangan dan tiga laga seri. Sejatinya Persela lebih dulu mendapat peluang emas melalui Kurniawan Dwi Julianto pada menit ke-8. Sayang dia gagal mengontrol bola sehingga mampu dipatahkan oleh pemain belakang Persija Abanda Herman.
Persela juga gagal memanfaatkan dua tendangan bebas. Langkah Widodo untuk mengubah strategi di babak kedua juga sudah cukup lumayan. Penampilan Martin Zada yang tak juga menghasilkan gol digantikan Zaenal Arifin pada menit ke-77. Malah pada menit ke-78, I Wayan Gangga Mudana berhasil melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang bola masih membentur mistar gawang. "Kami akan mengevaluasi lini depan. Pada putaran kedua nanti tidak boleh lagi seperti ini," ujar Widodo.
Sebaliknya bagi Persija kemenangan tersebut membuat tim berjuluk Macan Kemayoran itu naik peringkat keempat dengan nilai 27 dan surplus enam gol. Pemuncak klasemen ditempati Arema Malang dan diikuti Persiba Balikpapan dan Persib Bandung. Selain itu, hasil manis itu sekaligus memperpanjang rekor kemenangan tim berkostum oranye itu. Dari tujuh pertemuan Persija memenangkan laga enam kali pertandingan, satu laga lain berakhir seri.
Kepastian Bambang Pamungkas dkk menempati urutan keempat itu dituai setelah Aliyudin sukses memanfaatkan bola rebound di menit ke-31. Sebelumnya bola tandukan T. Abdul Musafri berhasil ditepis penjaga gawang Persela Fauzal Mubaraq.
Kemenangan itu tak lantas membuat Benny Dolo, pelatih Persija Jakarta, puas. "Seharusnya ada gol lebih banyak yang diperoleh tadi (kemarin, red). Tapi tak adanya Ismed (Sofyan) memang sangat mempengaruhi penampilan tim," ujar Bendol, sapaan karib Benny Dolo.
Dari laga tersebut Bendol juga melihat adanya ketidakmerataan kemampuan pemain utama dan pengganti dalam tim asuhannya. Kualitas pemain kedua dinilainya masih terlalu jauh dari orang pertama.
?Tapi memang Persela bermain sangat bagus, utamanya pada babak kedua," ungkap Bendol. Selain itu faktor cedera beberapa anak asuhnya dibekap cedera, termasuk Bambang Pamungkas dan Fachrudin Mustafic. (vem)
