Share |

Pelita Jaya vs Persitara : Beraroma Dendam


Pelita Jaya mengusung misi balas dendam kala menjamu Persitara Jakarta Utara di Stadion Singaperbangsa, Karawang, sore ini. Dalam laga kandang perdana di putaran II Djarum ISL II itu, Jajang Mulyana dkk harus membuat gol bersih. Ini agar usaha keras penggawa Pelita Jaya membobol gawang lawan tak dianulir lagi.
Kenangan kelam pada 16 Januari di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jaksel, memang tak bisa dilupakan Pelatih Pelita Jaya Fandi Ahmad. Anak asuhnya merasa dikerjai setelah dua golnya dianulir wasit karena dianggap offside lebih dulu. Akibatnya, mereka harus rela takluk 0-1 dari Persitara.
”Dua gol yang dianulir wasit saat bertandang ke markas Persitara di putaran I karena dianggap offside lebih dulu tak boleh terjadi lagi. Anak-anak harus membuat gol sebanyak-banyaknya dan sebagus serta sebersih mungkin. Laga ini menjadi pembuktian bahwa kita bisa bikin gol dan melepas titel juru kunci,” ujar Pelatih Pelita Jaya Fandi Ahmad kala dihubungi kemarin (9/2).
Akibat dua gol dianulir wasit kala itu, Pelita Jaya harus rela menempati posisi juru kunci dengan kolekasi 13 poin. Sementara Persitara lebih baik dua angka dan bertengger satu strip di atasnya. Memori kelam itulah yang akan menjadi penyedap pertarungan papan tim bawah ini.
Hengkangnya Firman Utina ke Persija Jakarta tak akan halangi usaha Fandi Ahmad gulingkan Persitara di kandang. Sebab, arsitek asal Singapura ini telah siapkan Egi Melgiansyah dan Esteban Viscara serta Ardan Aras untuk mengomandoi lini tengah.
Sementara itu, Persitara juga sudah siap menghadang ambisi tuan rumah. Dalam laga perdana ini, mereka akan menurunkan tiga amunisi anyarnya, yakni bek kanan Eko Prasetyo, gelandang Suwita Patha, dan bek kiri Supriyadi. Karena itu, laga nanti bakal menjadi ajang pembuktian buat pemain baru. Mereka wajib membuktikan bisa memberi perubahan kepada tim masing-masing.
”Kami memiliki dua partai tandang lagi setelah ini. Semoga kami bisa merebut poin, minimal satu agar kami tetap bisa menjaga harapan keluar dari degradasi. Kami berharap sumbangsih pemain baru untuk wujudkan itu,” harap Asisten Pelatih Persitara Dody Sahetapy.
Sayang, keharmonisan Persitara ternoda jelang laga ini. Striker Afshin Rad memutuskan tidak ikut ke Karawang. Pemain asal Iran itu ngambek karena rekannya yang juga asal Iran Vali Khorshandipish dicoret dari skuad Persitara pada paruh musim. ”Tapi kami harus konsen kepada pertandingan lawan Pelita. Yang jelas, apa yang dilakukan Afshin bukan cerminan sebagai pemain profesional,” ujar Dody. (kmd)

Perkiraan Pemain
Persitara (4-4-2): 21-Wawan (g); Dedi Mulyadi, Firdaus, Ledi, Supriyadi; Kamilio, Marzukih, Suwita, Sutikno; Bello, 10-Tantan
Asisten Pelatih: Dody Sahetapy

Pelita Jaya (4-4-2): Wardana (g); Supardi, Ibo, Jusmadi, Agustiar; Egi, Konjan, Esteban, Kery; Jajang, I Made
Pelatih: Fandi Ahmad
Share on Google Plus

About 12paz