
Persebaya kembali kedatangan pemain seleksi baru. Kali ini bukan muka baru bagi Persebaya, sebab pemain ini sebelumnya pernah memperkuat Persebaya musim 2007 lalu.
Lantas karier pemain ini sempat terhenti karena cedera. Membaca prolog itu, semua pasti tahu, pemain ini adalah Pablo Rojas.
Meski hanya setengah musim membela Persebaya, tapi pemain asal Chile ini cukup melekat dalam hati pecinta Persebaya. Sebab Rojas terkenal dengan aksi sirkusnya yang kerap mengundang decak kagum penonton yang hadir di stadion. Sayang kebersamaannya dengan Bajul Ijo hanya singkat sebab cederanya membuat ia memilih untuk pulang ke negaranya, Chile.
Sebelum datang ke Persebaya, musim lalu 'Si Pemain Sirkus' juga sempat ikut seleksi di Bajul Ijo. Namun pelatih Persebaya saat itu, Freddy Muli mendepak Rojas lantaran catatan kesehatannya yang membuat pelatih yang kini membesut Persidafon itu menolak merekrut Rojas.
Selain itu ia juga sempat mengadu nasib di Persik Kediri, tapi tetap tidak beruntung.
Rojas terlihat bergabung dengan empat pemain seleksi lainnya, yakni Srecko Mitrovic (Australia), Kim Jae Mong (Korea Selatan), Hassan Souaid (Maroko) dan Bogi Dusam (Serbia) dalam latihan, Jumat (5/2/2010) sore ini. Kelimanya berebut untuk memikat hati pelatih Persebaya, Danurwindo.
Ditemui usai latihan di Mess Persebaya, Danur mengatakan, dirinya tidak bisa memberi banyak komentar mengenai penampilan Rojas. Sebab Rojas baru satu hari ikut seleksi.
''Kita lihat saja. Saya belum bisa banyak ngomong kalau kenyataannya dia baru saja datang,'' kata Danur kepada beritajatim.com.
Danur menambahkan, dirinya membutuhkan seorang striker yang komplet. Tak hanya bisa mendrible dengan baik, tapi seorang striker harus garang di kotak pertahanan lawan.
Namun dalam waktu yang singkat sangat sulit untuk mencari pemain yang benar-benar berkualitas. Untuk itu Persebaya benar-benar selektif dalam memilih pemain untuk putaran kedua nanti.
''Saya jamin kalau saya diberi waktu satu bulan kita akan bisa mendapatkan pemain yang lebih bagus. Tapi nyatanya jeda kompetisi sangat pendek,'' sambung pria asal Kutoharjo itu.[sya/ted]
