
Desas-desus Hanafing segera lengser kian kencang. Namun bukan Bambang Nurdiansyah atau Robert Rene yang sedang didekati. Manajemen PSM justru mendekati konsultan teknik Tony Ho dan Tumpak Sihite sebagai calon pelatih kepala menggantikan Hanafing.
Keinganan melamar Tony sudah diutarakan saat menggelar rapat di Toraja Kafe, Selasa malam. Sedangkan nama Tumpak Sihite baru mencuat setelah manajemen PSM bertemu dengan Ketua Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), Andi Darussalam Tabusalla, di Kafe Balezza malam tadi.
"Kita mau skenarionya seperti tim Persiwa Wamena dan Persiba Balikpapan. Hanafing sebagai pemegang lisensi A tetap di PSM, tapi pengendali adalah pelatih baru. Tapi alternatif lain kalau tidak bisa, kita mencari pelatih baru," jelas juru bicara PSM, Nurmal Idrus.
Skenario melengserkan Hanafing ini terpaksa ditempuh manajemen PSM demi menyelamatkan tim dari jurang degradasi. Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, yang dihubungi mengakui, sepertinya memang perlu suasana baru di tubuh PSM. Salah satu cara perlu dilakukan reposisi jajaran pelatih dan tim teknik.
Dihubungi terpisah, Tony Ho belum mau berkomentar. Bukan tidak tertarik melatih PSM, namun dia mengaku rencana itu perlu dikonsultasikan dulu dengan tim teknik PSM lainnya, termasuk menerima saran dari ADS, selaku ketua BLI.
Sesusai persyaratan, Tony baru mengantongi linsensi B, sehingga tak memungkin menjadi pelatih kepala klub ISL. Sedangkan Tumpak Sihite mencuat karena telah memiliki lisensi A AFC. (aci)
