Share |

Psm vs Persijap = 1-0 , Menang Meski Minim Peluang


PSM berhasil memenangkan pertandingan atas tamunya, Persijap Jepara, 1-0 di Stadion Lapatau, Bone, Minggu, 10 Januari. Namun kemenangan itu terasa hambar, lantaran PSM terlihat kesulitan membongkar pertahanan lawan.

"Itu yang mesti dibenahi. Barisan pemain depan sangat sulit menciptakan peluang, sementara di belakang terlihat amburadul," kata mantan pelatih PSM, Syamsuddin Umar, yang menyaksikan langsung laga ini.

Hanafing memang melakukan perubahan komposisi pemain di lini tengah melawan Persijap Jepara. Fandi Edy yang berkarater stopper difungsikan sebagai jangkar tim. Namun dia tidak maksimal, sehingga ditarik keluar di menit 46' dan digantikan Aditya Putra Dewa.

"Kami akui, mereka bermain tidak dalam kondisi terbaik. Untung ada satu gol dan itu sangat besar artinya," jelas Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, usai pertandingan.

Gol semata wayang PSM dicetak Diva Tarkas di menit 67'. Kebuntuan barisan depan dibayar Diva setelah berhasil mencuri bola dari Ferly La'ala. Diva sempat dirawat di rumah sakit karena diare. Namun dia tampil semangat untuk memenangkan pertandingan.

Konsultan Teknik PSM, Asgaf Razak, berharap kemenangan ini tidak membuat pemain terlena. Lawan Persela Lamongan, 14 Januari mendatang jauh lebih berat. Makanya, dia meminta kepada pelatih melakukan reorganisasi permainan yang lebih baik dengan mengevaluasi total lini pertahanan, gelandang, dan striker.

Dalam pertandingan ini PSM minim peluang. "Kita bermain nyaris tanpa peluang berbahaya. Dalam catatan saya, PSM hanya mendapat peluang dua kali. Lawan lebih banyak. Ini mesti dibenahi lagi," kata Asgaf.

Masalah lain, kata dia, organisasi pertahanan kurang disiplin. Lima kali Persijap nyaris mencetak gol, karena pertahanan amburadul. "Lihat saja Handi Hamzah dan Hendry Nyobi yang sering salah posisi. Untung lawan tidak mencetak gol," ujarnya.

Berterima Kasih

Ketua Umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada warga Bone yang menyambut PSM dengan baik. "Ini membuktikan bahwa PSM bukan hanya kebanggaan warga Makassar, tetapi masyarakat Sulsel." ujarnya. (aci-fajar)
Share on Google Plus

About 12paz