Share |

Psm vs Persitara : Pantang Menyerah


PSM melewati tiga laga terakhir dengan hasil buruk. Teranyar, PSM ditahan imbang Pelita Jaya di Stadion Andi Mattalatta, Minggu, 6 Desember lalu. Namun, rentetan raihan negatif itu tak boleh membuat Pasukan Ramang kehilangan gairah.

Karakter orang Makassar yang pantang menyerah harus tetap dimunculkan. Hal itu telontar dari bibir sang pelatih, Hanafing. Menurut dia, pemain-pemain asal Makassar selalu disegani. Bukan hanya soal ciri khas keras dan cepat. Tapi juga semangatnya. Falsafah siri' na pacce tak boleh luntur.

"Bukan orang Makassar kalau patah semangat. Kompetisi masih panjang. Pantang menyerah," kata dia, Selasa, 8 Desember. Semangat itulah yang coba diembuskan kepada pemain saat menjamu Persitara, malam nanti.

Para penggawa PSM diminta kembali menunjukkan ciri khas; keras, cepat, dan pantang menyerah. Tak boleh ada kata lelah menjalani durasi 2x45 menit. Apalagi, Handi Hamzah dkk bakal tampil di hadapan pendukung sendiri.

Sembilan dari sebelas pemain inti yang akan diturunkan merupakan putra daerah. Samsidar, Adnan Buyung, Handi Hamzah, Adrian, Fadly M, Diva Tarkas, Asri Akbar, Faturrahman, dan M Rahmat harus kembali menunjukkan jati dirinya sebagai pemain lokal Sulsel. Itu akan membuat dua legiun asing; Hendry Nyobi dan Christian Carrasco bisa mengikuti irama.

Nah, jika masing-masing individu bisa tampil dengan karakter petarung khas PSM, itu akan menjadi sebuah kekuatan yang menakutkan bagi lawan. "Jangan ada rasa takut. Yakin kita bisa menang. Cukup sudah kita kehilangan poin di kandang," sebut asisten manajer bidang teknik, Abdi Tunggal.

Semangat pantang menyerah memang harus terus dihidupkan. Apalagi, PSM kini sedang terperosok di peringkat 15 klasemen sementara. Butuh stimulan untuk bangkit, mengumpulkan poin, lalu kembali merangsek ke level atas. Kemenangan atas Persitara pun menjadi sebuah harga mati. Jika tidak, mental pemain bisa down. (zul)
Share on Google Plus

About 12paz