
Kerja sama apparel antara PSM dan Specs akan berakhir setelah putaran pertama usai. Manajemen PSM akan memutuskan kontrak dengan perusahaan itu dengan alasan, kontraknya dengan manajemen lama PSM di bawah kendali Kadir Halid tidak jelas.
"Kita akan putuskan kontraknya. Sudah dua kali kami menyurat minta salinan kontrak, tetapi tidak diberikan. Beberapa item perjanjian, seperti kostum, tidak dilengkapi. Ini sangat merugikan PSM," jelas Asisten Manajer Bidang Umum PSM, Faisal Maming.
Pembicaraan soal kontrak Specs itu telah dibahas pengelola PSM di Hotel Weta, Surabaya beberapa waktu lalu. Manajemen PSM mendapati penyedia jasa itu melakukan banyak pelanggaran. "Yang paling fatal, karena kita tidak tahu apa saja item perjanjian. Kita hanya mendapatkan kostum tim, tapi yang lain kita tidak tahu," jelasnya.
Dibandingkan apparel tim musim sebelumnya, pengelola mengklaim kali ini memang terbilang paling buruk. Villour dan Diadora yang bekerja sama dengan PSM musim kompetisi tahun 2007 dan 2008 jauh lebih lengkap. Diadora memberi 32 item, sedangkan Vilour 30 item.
"Specs musim ini tak lebih dari 10 item. Itu pun tak ketahuan, kemana semua perlengkapan itu. Inilah yang menjadi dasar mengapa kita berencana memutuskan kontraknya," pungkas Faisal. (aci)
