
Persitara Jakarta Utara dihantui tekanan psikologis jika berlaga di kandangnya, Stadion Gelanggang Soemantri Brojonegoro. Dari empat laganya di stadion itu, Laskar Si Pitung hanya bisa meraup dua poin dari hasil permainan imbang.
Itulah sebabnya ada kegalauan psikologis dalam benak pemain menjelang pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 2009/10 melawan Persisam Samarinda di Stadion Gelanggang Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Rabu (16/12) sore.
Apalagi lawan tim yang juga dijuluki tim The Trontons itu, bukan lawan sembarangan karena tim bertabur bintang, Persisam Samarinda. “Saatnya menghapus trauma, hapus rasa gusar soal sulitnya meraih kemenangan bila bermain di kandang,’’ kata Manajer tim Persitara Hary “Gendhar” Ruswanto kepada wartawan, kemarin.
Menurut Gendhar, secara teknis permainan anak asuhnya sudah dalam keadaaan terbaik. ”Saya sampai sempat bingung, apalagi yang harus kami evaluasi, semua pemain bermain bagus, itulah sepakbola dan kami tentu berharap ketakutan (imbang dan kalah di kandang) tidak terjadi lagi, dan pemain tetap harus bermain konsisten,’’ katanya.
Laga terakhirnya melawan Bontang FC di Kuningan, Minggu (13/12), Persitara hanya bisa bermain imbang 1-1. Sebelumnya mereka juga bermain 0-0 melawan Arema Malang. Hasil lebih menyakitkan juga dialami setelah takluk dari Persema Malang 1-2 dan Persebaya Surabaya 1-2. Untuk menghindari trauma lebih panjang, Persitara menyorot lini depan agar lebih tenang dalam mengeksekusi peluang.
“Pemain depan kami harus lebih tenang dalam menyelesaikan peluang, jangan terburu-buru,” kata asisten pelatih Persitara Dody Sahetapy. Persitara akan menurunkan formasi terbaiknya, yang kemungkinan dua pemain asing akan kembali diparkir dan menjadi alternatif kedua.
Stoper lokal seperti Firdaus Ramadhan, Issa Nurcahya, dan Tugihadi akan mendapatkan kesempatan masuk dalam starting eleven. Untuk posisi depan, meningkatnya kordinasi Afshin Rad, Prince Kabir Bello dan Tantan tetap akan menjadi pilihan utama sebagai gol getter. ”Kami berada di zona degradasi, pengen banget cepet naik ke posisi aman,’’kata Tantan.
Sementara itu, Pelatih Persisam Aji Santoso mengatakan, melawan Persitara adalah momentum timnya untuk bisa mengembalikan kepercayaan dan kedigdayaan Persisam. Aji berharap, masalah internal timnya tidak kembali menggerogoti penampilan pemainnya.
”Kami harap pemain bermain sesuai jati dirinya, saatnya bangkit menyelamatkan tim,” kata dia.(ian/dms)
