Share |

Persebaya vs Psm : Sama - Sama Pincang , Beban Bomber


Sama-sama pincang. Begitulah gambaran big match Persebaya Surabaya-PSM Makassar di Stadion Gelora 10 November malam ini. Dua musuh bebuyutan sejak era Perserikatan ini sedang bermasalah dengan amunisinya.

PSM mengandalkan muka baru yang minim jam terbang, sementara Persebaya tak bisa turun full team. Dua pemain anyar, Ngon A Djam dan Djayusman Triasdi belum bisa tampil. A Djam masih dibelit cedera, sementara Djayusman yang juga mantan pemain PSM, belum kembali usai membela timnas U-23 di SEA Games XXV Laos.

"Kami sama-sama tidak dalam kondisi terbaik. Masih beruntung Persebaya karena kehilangan dua pemain bukan karena soal kualitas. Sedangkan kami memang tak punya pilihan lagi," jelas arsitek PSM, Hanafing.

PSM akan turun dengan komposisi pemain seperti saat mengalahkan Persitara Jakarta Utara, 2-1, 9 Desember lalu di Stadion Andi Mattalatta. Tentu saja minus Faturrahman yang tak disertakan dalam rombongan karena cedera. Lini depan Pasukan Ramang masih mengandalkan duet Christian Carrasco didampingi pemain muda M Rahmat.

Lini tengah Persebaya sedikit lebih baik karena masih bercokol sejumlah nama tenar. Di antaranya pemain asal Liberia yang sempat menjadi buruan PSM, John Tarkpor dan mantan pemain timnas, Wijay. Di lini ini juga ada Satrio Syam, alumni PSM Pra Ligina I.

Masalah utama Persebaya juga ada di sektor pertahanan. Sang arsitek, Danurwindo bahkan sempat mengancam akan mencoret dua pilar asing; Anderson da Silva dan Takatoshi Uchida jika tak kunjung membaik. Sejauh ini Persebaya telah kemasukan 18 gol, merupakan rekor terbanyak di Indonesia Super League (ISL) musim dini.

"Kita tidak perduli dengan masalah pemain belakang mereka. Yang penting bagaimana anak-anak bisa memanfaatkan kesempatan menciptakan gol," terang Hanafing usai menggelar uji coba lapangan, Sabtu, 12 Desember.

Apa yang diwaspadai dari Persebaya? Hanafing mengakui striker Persebaya saat ini terbukti cukup tajam di ISL. Duet Andi Oddang dan Korinus Fingkreuw telah mengoleksi 10 gol. Sementara Tarkpor yang menjadi gelandang serang telah mengemas dua gol. "Mereka tak bisa dibiarkan leluasa di depan gawang. Kecepatan dua pemain ini perlu diwaspadai," katanya.
sementara itu Duel PSM melawan tuan rumah Persebaya Surabaya di Stadion Gelora 10 November malam ini, akan menyajikan rivalitas tinggi. Sama-sama berpredikat eks Perserikatan, membuat kedua tim ini akan tampil all out untuk memenangkan pertandingan sekaligus menjaga gengsi.

Sayangnya, kedua tim juga tengah bermasalah. PSM terkendala mandulnya lini depan.
Di skuad Pasukan Ramang musim ini, belum satu pun pemain depan yang berhasil mencetak gol ke gawang lawan dari tiga kali away. Mesin gol, Cristian Carrasco yang menjadi andalan, belum mampu menunjukkan performa terbaik di kandang lawan.

Melawan Persiwa Wamena, Persisisam Samarinda, dan Bontang PKT, tak satu pun gol yang dicetak PSM. Inilah yang membuat Hanafing khawatir. Terlebih, beban Carrasco makin berat jelang laga ini, Dia praktis harus bermain sendiri karena tak mendapat tandem sepadan. Memang, ada striker muda, M Rahmat yang disiapkan jadi pendamping. Namun pemain alumni U-21 ini masih butuh jam terbang.

"Saya putuskan mereka sekamar agar Rahmat bisa belajar banyak dan berdiskusi dengan Carrasco. Bagaimana pun anak ini masih butuh masukan," jelas Hanafing kepada wartawan Fajar, Rasid di Surabaya, Sabtu,12 Desember.

Untuk lini depan, Hanafing tak lagi memiliki stok bomber lagi. Striker asal Iran, Daryoush Ayyoubi tak disertakan pada tur ini karena kualitasnya dinilai jauh di bawah standar. "Semoga Rahmat cepat matang. Saya sangat kecewa dengan penampilannya di laga terakhir. Tapi kali ini dia harus membayar semua itu," tambahnya.

PSM beruntung karena bisa menurunkan kapten tim Syamsul Chaeruddin. Saat bertemu Persitara Jakarta Utara di laga terakhir, Rabu, 9 Desember, Syamsul duduk manis di tribun karena akumulasi kartu.
Lini tengah sudah tak ada masalah. Saya percaya meski tanpa pemain asing PSM tetap solid. Hanya perlu sosok pengatur serangan atau pemain yang bisa memainkan irama, ungkap Hanafing.

Jika PSM masih bermasalah dengan lini depan, kondisi berbeda dialami Persebaya. Rapuhnya pertahanan menjadi titik terlemah tim asuhan Danurwindo tersebut. Dalam tujuh laga, tim berjuluk Green Force ini kebobolan 18 gol.

Ini adalah rekor kebobolan terbanyak di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Dua pilar asing Persebaya, Anderson Da Silva dan Takatoshi Uchida masih kerap menjadi bulan-bulanan lawan. Kondisi ini bisa dimaksimalkan PSM untuk mencuri gol kemenangan. (*)
Share on Google Plus

About 12paz