
Panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSM, menyampaikan surat ke PT Liga Indonesia yang berisi penolakan terhadap keputusan PT Liga yang menunjuk Stadion Brawijaya Kediri sebagai lokasi pelaksanaan partai usiran PSM melawan Persela Lamongan (20/12) dan Persijap Jepara (23/12).
Surat penolakan ini telah dikirimkan panpel ke PT Liga melalui faksimili, Rabu (16/12) pagi. Dalam jumpa pers di sekretariat PSM, Kompleks Kantor PDAM Makassar, Jl Ratulangi, kemarin siang, Sekretaris Panpel PSM, Japri Y Timbo, didampingi koordinator humas, Susuman Halim, mengatakan, ada beberapa alasan sehingga panpel menolak penyelenggaraan di Kediri.
Antara lain, Stadion Brawijaya berada di wilayah Jawa Timur (Jatim), sementara lawan yang akan dihadapi, Persela dan Persijap, juga tim asal Jatim.
Panpel menilai Stadion Brawijaya bukan tempat yang netral. Padahal, surat keputusan Komisi Disiplin PSSI menyatakan partai usiran harus dilaksanakan di tempat netral.
Alasan lain, lanjutnya, PT Liga mengambil alih sebagai panitia pertandingan dibantu oleh panitia pertandingan Persik Kediri, maka penyelenggaraan pertandingan itu meski tanpa penonton secara psikologis sangat berpengaruh kepada tim PSM, karena suasananya tidak mencerminkan sebagai pertandingan home PSM.
Menurut Japri, dalam surat keputusan PT Liga juga dijelaskan bahwa biaya pelaksanaan kedua pertandingan usiran ini menjadi tanggung jawab PSM, walau untuk sementara implementasinya ditangani PT Liga.
Hal lain, katanya, PSM juga menuntut keadilan, karena ternyata protes manajemen dan panpel Persiba yang juga dihukum menggelar partai usiran di Stadion Brawijaya mendapat tanggapan PT Liga.
PT Liga menganulir keputusannya terkait hukuman Persiba dan mengeluarkan keputusan baru bahwa partai usiran Persiba dilaksanakan di Samarinda.
"Saya mendapat informasi dari panpel Persiba jika partai usiran mereka akan digelar di Samarinda. Persiba memang memang mengancam akan mogok bertanding jika PT Liga memaksa main di Kediri," kata Japri. (mam)
Bersikeras di Bone
Dalam surat yang disampaikan ke PT Liga, panpel pertandingan PSM tetap meminta kebijaksanaan PT Liga selaku otoritas penyelenggara Liga Super Indonesia agar dapat menyetujui Stadion La Patau Bone sebagai tempat penyelenggaraan partai usiran PSM melawan Persela Lamongan dan Persijap Jepara.
Dalam surat itu panpel menjelaskan, Stadion La Patau sangat layak dan bersyarat sebagai tempat
pertandingan LSI berdasarkan spesifikasi-spesifikasi yang telah diatur dalam regulasi penyelenggaraan pertandingan, khususnya manual C. (mam)
*Menganggap Stadion Brawijaya Kediri bukan tempat netral, sebab berada di Jatim. Sementara dua calon lawan mereka, Persela dan Persijap, adalah tim Jatim *Karena PT Liga mengambil alih panitia pertandingan dibantu panpel Persik, sehingga tidak mencerminkan partai home PSM *Biaya penyelenggaraan pertandingan ditanggung PSM, walau untuk sementara implementasinya ditangani PT Liga *Mendengar kabar, Persiba dibolehkan menggelar partai usiran di Samarinda
