
Bermain untuk pertama kalinya di kandang sendiri, membuat Gresik United nervous saat menjamu tamunya, Persikab Kabupaten Bandung, di Stadion Petrokimia, Selasa (8/12/2009). Untungnya, hingga babak pertama usai, tuan rumah sementara unggul 1-0.
Tim tamu sebenarnya sempat mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan lima menit melalui Arwin. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut karena salah satu pemain Persikab, Abdel Aziz dinyatakan terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang GU.
Dengan dukungan beberapa pemain berpengalaman seperti Rasmoyo dan mantan bomber Arema Malang musim lalu, Fortune Udo, Persikab leluasa mengobrak-abrik pertahanan Laskar Joko Samudro. Udo mendapat kesempatan emas menit 14. Sayang, tendangan kerasnya masih menyamping.
Selang satu menit, gol yang ditunggu-tunggu publik akhirnya lahir dari pemain yang baru saja melepas masa lajangnya, Basuki. Gol berawal dari tendangan sudut Herman Romansyah, bola yang mengarah ke gawang langsung ditanduk Basuki dan menerobos masuk ke jala David Ariyanto.
Basuki kembali mendapat peluang emas saat laga memasuki menit 29. Menerima umpan dari Onambele Basile, Basuki yang tinggal berhadapan dengan kiper justru membuang peluang. Tendangan lemahnya masih menyamping dari tiang gawang Persikab.
Tertinggal satu bola membuat anak asuh Suharno terus menggempur pertahanan GU. Mereka sempat mendapat peluang emas ketika terjadi kemelut di depan gawang GU yang dijaga Usman Pribadi, namun tendangan Udo masih bisa diselamatkan salah satu bek GU, Deny Indra. Hingga babak pertama usai skor 1-0 tak berubah.
Gresik United (GU) akhirnya bisa memuaskan 4.000 Ultrasmania yang hadir di Stadion Petrokimia, Selasa (8/12/2009). Sebab pada pertandingan pertamanya di publik sendiri, anak asuh Sasi Kirono itu sukses menggulung tamunya, Persikab Bandung dengan skor telak 3-0.
Masuk menit kedua di babak kedua, pemain Gresik United (GU), Onambele Basile melancarkan tendangan luar kotak penalti. Sayang, tendangan mantan pemain PSIS Semarang itu masih bisa diselamatkan kiper Davit Ariyanto. Dua menit berselang gantian Basuki tidak bisa memanfaatkan peluang karena tendangannya masih menyamping dari gawang.
Untuk menambah daya serang, pelatih GU memasukkan Ali Usman untuk menggantikan Herman Romansyah. Sedangkan Persikab, memasukkan Tutug Widodo dan menarik bek, Ichwan Wicaksono. Seperti yang kita tahu, Ali dan Tutug merupakan pemain dengan naluri menyerang yang tinggi.
Apresiasi lebih harus diberikan ke kiper GU, Usman Pribadi. Kiper dengan nomor punggung 19 itu berulang kali menggagalkan peluang Persikab. Usman juga mampu menjadi tembok kokoh di tengah lini belakang Laskar Joko Samudro yang sangat rapuh dan mudah diterobos lawan.
GU akhirnya menggandakan kedudukan saat babak kedua masuk menit 75. Tendangan jarak jauh pemain pengganti, Ali Usman berhasil menceploskan bola tepat di pojok kiri atas gawang Davit. Selang dua menit, ganti Basuki yang meluncurkan tendangan jarak jauhnya. Namun tendangan mantan punggawa Deltras ini membentur tiang gawang.
Ali Usman kembali memuaskan Ultrasmania menit 83. Berawal dari serangan balik, Angel Ebus yang berlari tampa kawalan mengirimkan umpan yang disambut tendangan Ali tepat di pojok kiri bawah gawang Davit. Skor 3-0 untuk keunggulan GU bertahan hingga usai pertandingan. [sya/kun]
