Share |

PSM Terancam Tanpa Penonton


Kerusuhan yang mewarnai pertandingan kandang PSM menjamu PSPS Pekanbaru, Selasa, 3 November, berbuntut panjang. PSM terancam melakoni laga kandang selanjutnya menghadapi Persija Jakarta, 25 November mendatang, tanpa disaksikan penonton.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Panjaitan, Rabu, 4 November. Menurut Hinca, kerusuhan yang terjadi sudah menimbulkan rasa tidak aman dan adanya pihak (penonton) yang terluka.

"Biasanya, kalau kategori kerusuhannya sudah sampai kepada tahap itu, Komdis memberi sanksi pertandingan tanpa penonton. Tapi itu baru perkiraan awal. Setelah menerima laporan, Komdis akan bersidang dulu," kata Hinca.

Hinca merinci, ada tiga kategori sanksi yang bisa diberikan. Jika kerusuhan dinilai hanya sekadar menciptakan rasa tidak aman dan nyaman, panpel yang akan kena denda. Tapi jika sudah ada yang luka, bisa dihukum laga minus penonton.

"Sanksi terberat adalah partai usiran 100 kilometer dari kota setempat, tanpa penonton pula. Itu jika kerusuhan yang terjadi dianggap sangat berat. Tapi nantilah kita telaah dulu apa sebenarnya yang terjadi," jelas Hinca.

Hingga kemarin, Komdis belum menerima laporan dari PT Liga Indonesia (LI). Menurut Sekretaris PT LI, Tigorshalom Boboy, laporan pertandingan PSM versus PSPS paling lambat diserahkan ke Komdis, Kamis, 5 November hari ini.

Sementara itu, pihak PSM berharap PT LI maupun Komdis PSSI bisa melihat kejadian ini secara bijaksana. "Kejadian ini sudah pernah terjadi musim-musim sebelumnya. Harusnya dicari faktor penyebabnya. Saya kira panpel pertandingan juga harus melakukan upaya-upaya," ujar manajer PSM, Kadir Halid. (zul)
Share on Google Plus

About 12paz