
Tim yang menjamu Persebaya Surabaya tak hanya wajib menyiapkan tim untuk berlaga. Namun, mereka juga wajib menyiapkan pengamanan ekstra untuk menyambut suporter tim asal Kota Pahlawan tersebut.
Misalnya, yang dikerjakan panpel Persitara menjamu tim berjuluk Green Force tersebut hari ini di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB). Memang, kuota yang diberikan hanya lima persen dari kapasitas stadion, maksimal 350 orang.
Namun, itu saja sudah membuat panpel harus mengantisipasi kerusuhan. Sebanyak 400 polisi bakal dikerahkan. Padahal, sewaktu menjamu Persema Malang pada Minggu (9/11), panpel hanya mengerahkan 150 personel. Maklum, GMSB berlokasi di areal perkantoran dan tempat tinggal.
Suporter Persebaya juga bakal dilokalisasi di tribun khusus. 'Kami sedang berkoordinasi, nanti ditempatkan di tribun barat atau selatan,' ujar Fachri Sinaga, ketua panpel.
Pria berkacamata itu menegaskan tidak pernah melarang suporter Persebaya untuk datang ke stadion. 'Tapi, karena kapasitas stadion terbatas, kami minta jumlah suporter tamu dibatasi,' imbuh dia.
Selain itu, panpel menyediakan jalur dan angkutan khusus untuk suporter. Itu terkait dengan bubaran pertandingan yang diperkirakan berbarengan dengan jam pulang kerja.
Bendahara Persebaya Hendri Suharyanto belum mengetahui jumlah suporter Persebaya yang akan datang ke GMSB. Meski, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Yayasan Suporter Surabaya seiring adanya pembatasan kuota penonton. 'Secara formal kami tidak membawa Bonek. Tapi, kami juga tak bisa mengantisipasi mereka datang berlebihan. Banyak juga di antara mereka yang tinggal di sini, bukan,' ujarnya.
Manajer Persitara Hary 'Gendhar' Ruswanto yang juga ketua NJ Mania juga telah membiacarakan persoalan keamanan itu dengan pimpinan Jakmania, suporter Persija Jakarta, untuk membantu keamanan pertandingan.
Dia juga tak akan bertanggung jawab atas sulah negatif para suporter NJ Mania. 'Saya sudah kasih tahu. Sampai ada suporter yang ditangkap polisi karena membawa minuman keras, senjata tajam, atau terlibat kekerasan, itu tanggung jawab pribadi. Persitara tidak akan membantu,' tegasnya. [vem/diq/jawapos]
