Share |

Persisam vs Persiba : Tuan Rumah Membangkitkan Fighting Spirit


Kegagalan meraih target dua poin dari dua laga dalam tur di Jepara dan Lamongan, membuat Aji Santoso, arsitek Persisam Putra harus memutar otak jelang laga kandang menghadapi Persiba Balikpapan, Minggu (8/11) malam nanti.

Inilah derby pertama Elang Borneo musim ini di kandang sendiri. Kemenangan jelas menjadi suatu keharusan untuk membayar kegagalan di Lamongan.

"Tidak ada alasan untuk tidak menang di kandang sendiri di pertandingan nanti. Apalagi ini pertandingan tim satu daratan. Muatan gengsi dan keinginan siapa tim terbaik di Kaltim akan dipertaruhkan," kata Aji Santoso kemarin sore.

Memperbaiki koordinasi permainan dilakukan Aji untuk lagi ini. Pendeknya waktu istirahat pemain usai menjalani tur, jelas membawa pengaruh pada kebugaran seluruh pemain.

"Tidak bisa kita kesampingkan masalah kondisi pemain, sebab setelah main lawan Lamongan secara otomatis anak-anak hanya punya waktu istirahat sangat minim. Sebab Jumat (hari ini, Red) kami sudah harus latihan kembali," katanya.

Mepetnya waktu istirahat ini membuat Aji tak bisa memforsir pemainnya dengan latihan berat. Menu latihan yang diberikan hanya mempertajam teknik dan taktik permainan.

"Tidak mungkinlah saya beri latihan berat mengingat waktunya sangat pendek," tegasnya.

Dan salah satu cara yang akan dilakukan Aji agar pemainnya tampil maksimal menghadapi Persiba adalah mendongkrak semangat bertanding atau fighting spirit Hamka Hamzah dkk.

Kegagalan di Lamongan ujar Aji jelas membuat pemain kecewa karena meski menguasai permainan sepanjang babak kedua, namun tak satu pun peluang berbuah menjadi gol.

"Saya hanya menekankan kepada pemain agar bertanding dengan sepenuh hati. Kegagalan di kandang Lamongan jelas mengecewakan masyarakat Samarinda dan saya meminta kepada pemain, kekecewaan tersebut harus dibayar dengan poin penuh di kandang," katanya.

Sebagai pemain Persisam Putra, Aji mengingatkan kepada semua pemainnya agar memposisikan diri sebagai masyarakat Samarinda pula, seperti halnya dirinya setelah dipercaya menjadi pelatih. Artinya seluruh pemain harus menyenangkan masyarakat Samarinda karena mereka bagian dari warga.

"Kekalahan akan membawa rasa kekecewaan pada pemain terlebih masyarakat Samarinda. Makanya pemain harus bisa merasakan kekecewaan masyarakat tersebut," pungkasnya. (upi)

Share on Google Plus

About 12paz