
Pemilik Klub Persisam Putra Samarinda Harbiansyah Hanafiah menyatakan, konflik internal antara menejemen dan sebagian kelompok suporter klub Persisam (Pusamania) yang mengusung revitalisasi menejemen diduga ditunggangi oleh kelompok PSSI Pusat.
Ini diungkapkan dalam jumpa pers, di Hotel Atlet Stadion Madya Sempaja, Jumat (31/8/2012). Menurut Harbiansyah, kemungkinan adanya peran orang PSSI Pusat untuk menggembosi klub berjuluk Pesut Mahakam tersebut mulai terkuak dengan pernyataan tegas penolakan figur yang dicalonkan untuk menjabat sebagai Ketua Umum Persisam Putra.
"Ada dua tokoh yang selalu digembar-gemborkan. Itu Said Amin dan Fauzi Bachtar telah menolak untuk mengurusi Persisam. Saya sendiri sudah komunikasi langsung dengan Fauzi Bachtar bahwa dia tidak bersedia untuk menggantikan saya," tutur Harbiansyah. Ia amenambahkan, komunikasi dengan Said Amin melalui Agus Suwandi (anggota DPRD Samarinda).
Hal itu, lanjut dia, diduga terkait adanya peran PSSI Pusat dibelakang aksi yang dilakukan oleh Pusamania. "Kalau dua tokoh itu sudah jelas menolak, mungkin ada figur lain yang mengincar jabatan tersebut. Salah satunya mantan manajer Persisam (Aidil Fitri)," tutur Harbiansyah.
Indikasi keterlibatan PSSI Pusat, kata Harbiansyah, bahwa Aidil Fitri merupakan salah satu pengurus di Pengprov PSSI Kaltim versi Johar Arifin yang diketuai oleh Victor Juan. "Setelah kita cek, Aidil menjabat sebagai wakil ketua enam di pengprov yang dipimpin kubu Victor Juan," ujarnya.
Desakan untuk melepaskan jabatan di Persisam Putra Samarinda, mengaku tidak akan selamanya mengurusi klub sepakbola. Menurut dia, perlu ada regenerasi penerus yang harus dipersiapkan tahun mendatang.
Hanya saja, tambah dia, saat ini, klub Persisam sudah tidak bisa menggunakan dana dari APBD, sehingga penerus yang disiapkan sepantasnya orang yang mampu mencarikan sumber dana lain.
"Kalau memang ada figur yang punya kemampuan dari segalanya, dengan cara yang baik-baik dan sesuai aturan, silakan datang temui saya. Posisi ini akan saya serahkan. Jangan berkoar di media atau memasang spanduk dengan memprovokasi,"tegasnya. (*)
Ini diungkapkan dalam jumpa pers, di Hotel Atlet Stadion Madya Sempaja, Jumat (31/8/2012). Menurut Harbiansyah, kemungkinan adanya peran orang PSSI Pusat untuk menggembosi klub berjuluk Pesut Mahakam tersebut mulai terkuak dengan pernyataan tegas penolakan figur yang dicalonkan untuk menjabat sebagai Ketua Umum Persisam Putra.
"Ada dua tokoh yang selalu digembar-gemborkan. Itu Said Amin dan Fauzi Bachtar telah menolak untuk mengurusi Persisam. Saya sendiri sudah komunikasi langsung dengan Fauzi Bachtar bahwa dia tidak bersedia untuk menggantikan saya," tutur Harbiansyah. Ia amenambahkan, komunikasi dengan Said Amin melalui Agus Suwandi (anggota DPRD Samarinda).
Hal itu, lanjut dia, diduga terkait adanya peran PSSI Pusat dibelakang aksi yang dilakukan oleh Pusamania. "Kalau dua tokoh itu sudah jelas menolak, mungkin ada figur lain yang mengincar jabatan tersebut. Salah satunya mantan manajer Persisam (Aidil Fitri)," tutur Harbiansyah.
Indikasi keterlibatan PSSI Pusat, kata Harbiansyah, bahwa Aidil Fitri merupakan salah satu pengurus di Pengprov PSSI Kaltim versi Johar Arifin yang diketuai oleh Victor Juan. "Setelah kita cek, Aidil menjabat sebagai wakil ketua enam di pengprov yang dipimpin kubu Victor Juan," ujarnya.
Desakan untuk melepaskan jabatan di Persisam Putra Samarinda, mengaku tidak akan selamanya mengurusi klub sepakbola. Menurut dia, perlu ada regenerasi penerus yang harus dipersiapkan tahun mendatang.
Hanya saja, tambah dia, saat ini, klub Persisam sudah tidak bisa menggunakan dana dari APBD, sehingga penerus yang disiapkan sepantasnya orang yang mampu mencarikan sumber dana lain.
"Kalau memang ada figur yang punya kemampuan dari segalanya, dengan cara yang baik-baik dan sesuai aturan, silakan datang temui saya. Posisi ini akan saya serahkan. Jangan berkoar di media atau memasang spanduk dengan memprovokasi,"tegasnya. (*)
