
DISAMBUT Pimpinan Proyek (Pimpro) Stadion Indrasari Galuh Tantri Narindra beserta sejumlah Pemkab Banjar, Joko langsung mengecek rumput lapangan.
“Sudah berapa lama rumputnya ini?,” tanyanya kepada Tantri. “Sudah dua bulan lebih ini pak,” jawab Tantri. Joko kemudian tersenyum sambil memperhatikan kondisi sekitar. Barat dan selatan tampak tribun. Satu beratap dan satunya tidak.
Joko tampak menyoroti empat penjuru sudut lapangan. Paling lama di kawasan utara. “Ini nanti ada perencanaan bangun tribun lagi atau tidak?,” ucap lelaki berkacamata itu sambil tersenyum.
“Secara konseptual kalau memang diperlukan, lahan milik Pemkab Banjar masih ada,” balas Tantri. Begitulah hasil percakapan singkat Joko dan Tantri kemarin di Stadion Indrasari. Sebelum memeriksa menyeluruh fisik stadion, Ia pun lantas memberikan kesempatan hingga akhir Oktober nanti untuk kembali dilakukan verifikasi. “Akhir Oktober sudah siap ya,” ucapnya.
Menurut Joko, ada dua item yang sangat penting untuk gelaran ISL 2012-2013 nanti yakni rumput dan penerangan. Ia pun memaklumi pertumbuhan rumput di Stadion Indrasari setelah melewati musim kemarau kemarin.
“Kalau misalnya ruang pemain, wasit dan medis bisa mengandalkan tenaga dan uang. Nah kalau rumput ini berharap banyak kepada yang maha kuasa,” ujarnya. Joko lantas memeriksa sejumlah ruangan seperti pemain, wasit dan medis.
Pemeriksaannya benar-benar mendetail. Joko juga merekomendasikan, agar ruangan pemain di perluas lagi. “Ini kan kamar mandi ada dua ruangan. Satunya di kosongin aja ya. Biar tambah luas. Kemudian loker di sini juga harus ada ya. Itu request saya,” usulnya.
Joko juga mengusulkan pemindahan tata-letak ruangan. Misalnya, ruangan pelatih ada di dekat lapangan. Sebuah ruangan di lantai II yang rencananya akan dijadikan pers-room membuat Joko tersenyum. Menurut Joko ini terlalu mewah dan besar. Kemudian pers-room seharusnya ada di dekat ruangan pemain sehingga bisa cepat berkomunikasi.
“Ruangan ini nantinya bisa dijadikan ruang pamer. Bagus ini. Atau bisa juga dijadikan untuk ruang VIP,” ucapnya. Semua yang direkomendasikan Joko kemarin ungkap Tantri, akan diusahakan pihaknya secara maksimal.
Ia pun mengaku akan terus mengebut pengerjaan proyek tersebut, hingga akhir Oktober nanti. Kemudian, soal penanganan rumput sendiri diungkapkan Tantri sudah dirasa maksimal. Air terus didistribusikan untuk menjaga pertumbuhan rumput. “Lahannya ini pasir semua. Tebalnya sekitar 30 sentimeter.
Drainasenya juga cukup banyak, makanya air cepat turun,” ujarnya. Disinggung soal penerangan, pihaknya akan terus berupaya. Finishingnya satu tiang ada 38 lampu. “Intinya begini, mendukung untuk bisa bermain malam hari,” ujarnya. (bin)
