
Meski yang akan dihadapi, tim penghuni juru kunci klasemen sementara, namun tim berjuluk ”Ayam Kinantan” banyak problem sebelum bentrok dengan Persiram.
Pelatih PSMS Medan, Suharto mengaku, partai ini sangat berat bagi tim. Meski yang akan dihadapi tim juru kunci yang jaraknya cukup jauh, namun PSMS dalam kondisi sulit.
“Kami selain tampil tanpa ditopang tiga pemain kunci, tim juga berangkat dengan hanya 17 pemain dan lima ofisial, karena masalah dana. Dan keberangkatan tim juga sempat tertunda satu hari, praktis para pemain bakal kelelahan akibat perjalanan panjang dan sempitnya waktu recovery,” papar Suharto.
Tiga pemain inti PSMS yang dipastikan absent adalah, Shin Hyun Joon, Nastje Ceh, dan Nico Malau, akibat cedera. Dengan absennya tiga pemain kunci tersebut, diakui Suharto sangat berpengaruh terhadap penampilan timnya. Sebab, mereka adalah pemain ideal di posnya masing-masing.
”Dengan absennya Ceh dan Shin kerugian besar bagi kami. Untuk itu, kami hanya bisa melakukan rotasi. Apalagi ditambah dengan cederanya Nico Malau, tentu akan mengurangi ketajaman lini depan. Sebab, stok striker kami tidak ada lagi, maka kami akan mengandalkan satu striker yakni, Osas Saha,” tandasnya.
Dengan kondisi seperti itu, Suharto tidak ingin mentargetkan yang muluk-muluk terhadap timnya. Dengan hasil seri saja sudah cukup pada partai tandang ke markas Persiram itu.
Sementara Persiram Raja Ampat, partai kandang ini akan dimaksimalkan untuk merebut poin penuh. Hasil poin sempurna sangat penting dan bakal membebas dari status juru kunci.
