Share |

Persiram vs Persisam = 0-0 , Dapat Poin Mahal


Persisam Putra kembali berhasil merebut angka di kandang lawan. Bertanding di Stadion Wombik, Sorong, menghadapi Persiram Raja Ampat, dalam lanjutan Kompetisi Indonesia Super League (ISL), skuad Pesut Mahakam mampu menaham imbang lawannya tersebut tanpa gol. Satu angka tersebut jelas sangat mahal bagi Persisam Putra, di tengah transisi pelatih yang baru saja terjadi. Mahal di sini bukan saja karena poin sangat penting, tetapi imbas dari laga ini beberapa pemain mengalami cedera. Tercatat dua pemain mengalami cedera, yaitu Ronald Fagundez dan M Roby. Sementara satu pemain lain yaitu Luc Owana Zoa, harus diusir wasit karena mengantongi dua kartu kuning.
"Pertandingan tadi memang berlangsung keras. Ini karena lapangan becek dan agak tergenang, setelah turun hujan deras sebelum pertandingan. Wasit juga sering mengambil keputusan yang sangat merugikan kita," terang manajer tim Coeng Agus Setiawan kepada Sapos.
Pertandingan ini sebenarnya nyaris tertunda karena lapangan tergenang air cukup parah. Namun penonton berinisiatif membantu panitia dengan masuk lapangan, guna membuang air. Wasit Hadi Suroso akhirnya memutuskan pertandingan layak dimainkan. Pertandingan pun berlangsung seimbang sepanjang 90 menit. Namun beberapa pelanggaran keras terus mewarnai laga ini. Pemain Persiram Aliazer Elthon Maran diusir wasit di menit 74', karena akumulasi kartu kuning. Sebelumnya Aliazer Elthon Maran sudah diganjar kartu di menit 9.
Dari beberapa peluang, Persisam Putra nyaris mencetak gol lewat kaki Cristian Gonzales di menit 50. Namun saat berhadapan dengan Ari Kurniawan, kiper Persiram, tendangan El Loco masih bisa ditepis. Peluang berikutnya lahir lewat tendangan keras Srdjan Lopicic di menit 58. Namun bola masih menerpa mistar gawang. Sementara kesempatan tuan rumah mencetak gol terjadi di menit 83 lewat aksi Jean Paul Boumsong. Tapi Agung Prasetyo juga berhasil menepis tendangan mantan pemain Persisam Putra tersebut.
"Yang jelas kita sangat bersyukur dengan hasil ini. Ini jadi modal penting sebelum dua laga kandang terakhir pada putaran pertama," kata Coeng lagi.
Secara terpisah Hendri Susilo melalui pelatih kiper Erick Ibrahim mengatakan, taktik dan strategi yang diinginkan pelatih mampu dijalankan pemain dengan baik.
"Pemain kita minta main sabar karena lapangan memang tak memungkinkan untuk bermain cepat. Tapi anak-anak memang sempat terpancing permainan keras lawan," terang Erick.
Ronald dan Roby adalah bukti kerasnya permainan kedua tim. Namun lanjut Erick, seberapa parah cedera kedua pemain tersebut akan dilihat saat tiba di Samarinda.
"Mudah-mudahan Ronald dan Roby bisa dimainkan saat laga lawan Persidafon di kandang," pungkasnya.
Share on Google Plus

About 12paz