
ISMED Sofyan kini seperti menjadi juru bicara skuad Persija Jakarta. Pemain senior Macan Kemayoran ini merasa aneh dengan konflik internal yang kini melanda timnya itu.
Dia pun menolak mentahmentah tawaran bergabung dari kubu Hadi Basalamah, yang oleh PSSI ditunjuk sebagai pengelola baru klub ibu kota itu.
“Saya sudah 11 tahun membela Persija. Yang saya ketahui Persija selama ini dikelola oleh Pemda DKI. Saya juga heran kok sekarang tiba-tiba muncul nama Hadi Basalamah,” terang Ismed Sofyan di hadapan wartawan di Jakarta, kemarin (8/10).
Ismed menuturkan, selama 11 tahun di Persija dia cukup mengenal siapa saja yang pernah menjadi pengurus Persija dan klub-klub anggota Persija yang terlibat di dalamnya. Saling kenal satu sama lain da lam klub dan organisasi Persija di nilai sangat penting sebagai dasar un tuk membina kekompakan tim.
Kasus konflik internal yang menyeret PSSI ke dalamnya, bagi Ismed bukanlah kasus kecil. Ini adalah kasus rumit yang bisa dipastikan merugikan banyak pihak, terutama pemain dan ribuan The Jakmania.
“Selama saya bersama Persija, saya telah mengalami banyak hal. Tapi, kali ini benar-benar merupakan persoalan besar bagi Persija. Saya juga ikut heran, kenapa ada Persija yang diakui oleh pihak lain,” tuturnya.
Sehari sebelumnya, Ismed menyampaikan sikap pribadinya terkait konflik internal Persija dengan cara demonstrasi. Ismed bersama beberapa pemain lain dan sekitar 500-an The Jakmania menggelar unjuk rasa di depan kantor PSSI Senayan, Jakarta, Jumat (7/10). (did)
