Tak salah kalau sosok baru yang siap memimpin Arema adalah kado ulang tahun Arema ke 24. Kado tersebut adalah bersedianya Eddy Rumpoko bergabung dengan Rendra Krisna dan Iwan Kurniawan, di posisi Pembina Yayasan Arema.
Eddy Rumpoko adalah Walikota Batu yang dikenal punya hubungan historis dengan Kota Malang sebagai putra Sugiono. Eddy juga dikenal dengan dengan anak muda karena pernah menjadi Ketua Pemuda Pancasila dan FKPPI. Tak hanya itu Eddy juga pengusaha yang sukses.
Sementara Rendra Kresna yang kini menjadi Bupati Malang dikenal sebagai aktivis organisasi buruh sekaligus Ketua Partai Golkar Kabupaten Malang. Sedangkan Iwan Kurniawan yang akrab dipanggil Nawi atau Iwan KT (Karya Timur) merupakan sosok pengusaha Malang yang sukses di dunia bisnis.
Trio ini hampir pasti bakal mendapat dukungan dari Iwan Budianto yang datang sebagai investor. Iwan Budianto yang sebelum ini adalah Ketua Badan Liga Amatir PSSI di masa Nurdin Halid adalah penggila bola. Menantu mantan Walikota Kediri itu pernah menjadi Manager Persik Kediri.
Menurut Media Officer Arema, Sudarmadji, setelah pembayaran sisa gaji pemain, tinggal menangani dana tiga bulan gaji pemain yang diberikan oleh M Nur. "Soal uang itu, manajemen Arema yang komitmen akan menanganinya," katanya, Jumat (12/08/2011).
Soal uang untuk sisa gaji pemain, dananya berasal dari Iwan Budianto. Ia datang datang sebagai investor dan kemungkinan akan kembali mengelola tim kesayangan Aremania tersebut.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Iwan Budianto di depan Aremania, tepatnya di Kantor Arema, di Jl Sultan Agung Nomor 9, pada Kamis (11/08) malam.
Mantan General Manager Arema di tahun 1998 ini menceritakan, ia sekitar 4 hari yang lalu bertemu dengan Rendra Kresna dan Eddy Rumpoko secara bersamaan pada pelantikan Pangdam Siliwangi di Jakarta. "Saat itu kami membicarakan soal kondisi Arema," katanya saat itu.
Kembali menurut Sudarmadji, hadirnya Eddy Rumpoko bergabung dengan Rendra Krisna dan Iwan Kurniawan. "Beliau yang akan memimpin Arema," katanya singkat.
Sementara itu, di kubu M Nur yang juga didukung pendiri Arema, Lucky Acub Zainal, alias Sam Ikul, yang masih tetap mengangkat dua mayor jenderal purnawirawan. Yakni, Mayor jenderal (Mayjen) purnawirawan TNI Suprapto dan Mayor jederal (Mayjen) Purnawirawan TNI Rudolf Butar-Butar.
Ditanya soal tersebut, Sudarmadji mengaku tak berhak menjelaskannya lebih banyak. "Itu bukan wilayah kami. Kami tak punya kewenangan dalam hal itu," katanya. [ain]
