Share |

Sriwijaya vs Psps : Melawan Tekanan


SPS memiliki memori kelam saat bermain melawan Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Palembang tahun lalu.

14 April 2010 saat akan bertanding di ajang Piala Indonesia, PSPS diteror habis-habisan oleh pendukung Sriwijaya FC.

Bus PSPS dilempar batu. Akibatnya beberapa pemain dan pengurus kena pecahan kaca.

Rabu (1/6) petang ini, PSPS kembali bertemu Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring. Untuk sementara memang teror dari pendukung Sriwijaya FC belum terlihat, tapi tekanan itu bukan tak mungkin terjadi saat pertandingan atau bahkan usai pertandingan.

Pasalnya, tragedi musim lalu terjadi usai pertandingan.

‘’Untuk sementara memang belum terlihat teror dari pendukung Sriwijaya FC. Tapi tak tahu besok (hari ini, red). Yang jelas, kami akan melawan tekanan dari penonton tuan rumah jika ingin merebut poin. Untuk sementara, kami sudah mengantisipasinya,’’ ujar asisten pelatih PSPS, Afrizal, Selasa (31/5).

Melawan Sriwijaya FC, PSPS tahu diri. Meski masih sakit hati karena dikalahkan 0-1 saat bermain di Stadion Rumbai pada putaran pertama pada 30 Oktober lalu, PSPS tak mematok target muluk-muluk untuk membalas kekalahan. Apalagi, PSPS tampil timpang di belakang karena Dedi Gusmawan dan Danil Junaidi akumulasi kartu kuning.

‘’Kans untuk membalas kekalahan tetap ada, namun berat. Kami harus sadar diri sebagai tim tamu. Main di kandang lawan jelas ada tekanan dari pendukung tuan rumah. Namun kami siap untuk tampil maksimal guna merebut minimal satu poin,’’ tambah pelatih yang akrab dipanggil Ajo Ijal ini.

Manajer PSPS, Dastrayani Bibra mengatakan ada peluang PSPS meraih poin penuh setelah melihat permainan PSPS seperti tiga laga sebelumnya. ‘’Menang itu harus, walau kami bermain di kandang lawan.

Namun jika mental menang telah siap untuk mencuri posisi dari lawan, bukan tak mungkin tiga poin bisa dibawa pulang,’’ cetusnya.

Pelatih Abdul Rahman Gurning telah menyiapkan formulasi untuk meredam Sriwijaya FC. Posisi Danil akan digantikan Edi Sibung, sedang Dedi Gusmawan digantikan Windu. Kedua pemain ini akan berkoordinasi dengan Banaken Bossoken dan April Hadi untuk menggalang lini pertahanan agar tak ditembus striker Sriwijaya FC, Budi Sudarsono dan Keith Kayamba Gumbs.

Di lini tengah, tak ada perubahan. Empat posisi gelandang akan diperankan Patrice Nzekou, Shin Hyun Joon, Fajar Handika dan Putut Waringin Jati. Duet striker Dzumafo Epandi Herman dan Isnaini telah disiapkan untuk menembus pertahanan Sriwijaya FC yang dikoordinir Thieery Gathuessi sekaligus menjebol gawang Fery Rotinsulu.

‘’Tiap lini harus menempel ketat pemain lawan, agar tak leluasa di kotak 16 besar gawang kami. Satu pemain harus bertanggung jawab terhadap satu pemain lawan,’’ ujar Gurning. Ia juga berharap para pemain mampu mematikan pergerakan Okto Maniani, Jajang Maulana atau Budi Sudarsono serta Keith Kayamba Gumbs.

‘’Setiap pergerakan mereka harus selalu diganggu, jangan biarkan mereka mengembangkan permainan,’’ kata Gurning.

Pelatih kiper PSPS, Indra Surya tetap mempersiapkan Fance Hariyanto untuk ada di bawah mistar. Lini belakang diminta tetap menjaga pertahanan sesuai instruksi.(*2/das)



Share on Google Plus

About 12paz