Share |

Jaya Hartono dan AdrianTrinidad Nyaris Adu Jotos


Insiden kecil mewarnai sesi latihan Persik Kediri di Stadion Brawijaya kemarin sore. Sebelum latihan dimulai, pelatih Persik Jaya Hartono bersitegang dengan pemain asing Adrian Trinidad. Keduanya bahkan nyaris terlibat adu jotos. Beruntung, keduanya langsung dipisah oleh para pemain Persik.

“Mas Jaya ditarik menjauh, Trinidad ditarik pemain lain,” kata salah seorang pemain Persik. Jika tidak dipisah, Jaya dan Trinidad sudah pasti baku hantam.

“Sudah panas sekali. Meh prok,” lanjutnya. Setelah Jaya dan Trinidad dipisahkan, situasi mereda. Jaya dan para pemain lain melanjutkan latihan. Sedangkan Trinidad yang mengenakan celana jeans, sepatu ket dan kaus, tetap di pingir lapangan. Sembari mondar-mandir, wajahnya memerah dan berbicara via telepon dengan nada emosi. Insiden itu dipicu oleh absennya Trinidad dalam beberapa sesi latihan terakhir. Jaya menuding Trinidad bertindak indisipliner.

Di sisi lain, Trinidad punya alasan di balik sikapnya itu. Dia sengaja absen latihan karena haknya tidak dipenuhi. “Dia (Jaya Hartono, red) meminta latihan dan latihan, tapi aku tidak dapat gaji? Bagaimana ini?” katanya dengan nada tinggi.

“Keluargaku jauh, aku tidak punya siapa-siapa di sini. Kalau aku tidak digaji bagaimana? Aku sudah tidak punya uang. Aku pasti latihan kalau aku dibayar,” tutur pemain asal Argentina itu.

Sementara itu, Jaya menyatakan bahwa masalah gaji bukan urusannya. Tapi, wewenang dari manajemen. “Kalau masalah gaji jangan ke saya. Ke manajemen sana, kok marahnya sama saya,” katanya. Jaya mengaku tidak bisa menahan emosi saat menanggapi protes dari Trinidad.

“Kalau dia sampai pukul saya, pasti akan saya balas pukul,” ujar pelatih asal Medan itu. Setelah sesi latihan berakhir, Jaya dan Trinidad kembali terlibat dialog. Trinidad mengaku sudah tidak mendapatkan gaji secara penuh sejak Maret lalu.

“Gajiku di sini kecil, sejak Maret hanya dibayar separo. Aku pusing sekali,” tandas pemain yang pernah merumput di Liga Malaysia itu. Soal gaji yang tidak dibayar penuh, hal itu diakui oleh Jaya. Menurutnya, hal itu lebih baik daripada kondisi yang dialami tim-tim lain. “Coba kita lihat di Deltras yang sudah berbulan-bulan tidak dibayar,” sebutnya.
Share on Google Plus

About 12paz