
Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng memberikan dukungannya terhadap Liga Primer Indonesia yang selama ini dimusuhi otoritas sepak bola nasional PSSI.
Karena dianggap memberontak terhadap PSSI, badan sepak bola nasional itu mencap LPI ilegal dan liar dan tidak memberikan izin dan rekomendasi apapun terhadap liga besutan Arifin Panigoro itu, termasuk rekomendasi keamanan penyelenggaraan. Akibatnya, LPI tak kunjung mengantongi izin penyelenggaraan dari Kepolisian Republik Indonesia.
Namun masalah yang berlarut-larut itu rampung setelah Menpora, Badan Olah raga Profesional Indonesia (BOPI) dan Polri bertemu di Gedung Kemenegpora, Senayan, Jakarta, Kamis (6/1).
Menpora menegaskan, BOPI adalah badan yang berwenang memberikan izin dan rekomendasi keamanan terhadap kegiatan olah raga profesional. Sementara BOPI sendiri sudah memberikan izin dan rekomendasi kepada LPI. Dengan demikian, tak ada alasan lagi bagi Polri untuk tidak memberikan izin.
"Saya harap masalah ini (perseteruan PSSI vs LPI) tidak berkepanjangan. BOPI turun tangan memfasilitasi keduanya," ungkap Menpora.
Andi sendiri melihat LPI bukan sebagai pemberontak yang bisa merusak struktur sepak bola nasional, seperti keberatan PSSI. "Justru semakin banyak kompetisi, semakin banyak ruang bagi atlet untuk mengembangkan diri dan semakin banyak pula lahir atlet-atlet berprestasi," tukasnya. [kun]
