
PSSI dan Liga Primer Indonesia (LPI) samasama merencanakan laga amal untuk korban bencana alam di Indonesia. LPI akan menggelar laga amal di dua Kota Jawa Timur (Jatim), sedangkan PSSI mengagendakan uji coba timnas di Yogyakarta.
LPI sebelumnya berencana menggelar dua laga amal dengan melibatkan tim lokal dan amunisi paspor Belanda keturunan Indonesia. Pertandingan pertama antara Persebaya Surabaya kontra amunisi keturunan itu akan dihelat di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Rabu (10/11). Lalu, laga kedua antara tim asing kontra Persema kembali digelar dua hari berikutnya.
General Manager Bidang Liga LPI Arya Abhiseka mengaku optimistis target incomeRp3 miliar sampai Rp4 miliar akan terpenuhi dari dua laga tersebut. ”Kami berharap target itu terpenuhi.Nilai itu cukup realistis. Tapi,pada dasarnya kami berharap lebih. Nantinya pemasukan dari dua laga itu akan diserahkan kepada korban bencana Merapi dan Mentawai. Kami tidak memiliki tendensi apa-apa, selain ingin membantu kesulitan mereka,” ungkap Arya kemarin.
Sumber pemasukan dari laga amal itu terdiri atas penjualan hak siar, tiket dan sponsor. Arya menambahkan, beban pembiayaan semuanya ditanggung LPI. Selain sewa stadion dan biaya keamanan, LPI juga akan menanggung uang saku pemain asing, transportasi, plus akomodasi selama berada di Indonesia. Namun, LPI menolak menyebutkan nilai total dari penyelenggaraan laga amal di dua venuetersebut. ”Kami tetap memberikan uang saku kepada pemain asal Belanda itu dengan besaran nilai normal.
Hal itu wajar karena mereka datang dari tempat jauh.Yang jelas, semua pembiayaan tidak akan mengurangi jumlah pendapatan yang akan diberikan kepada korban bencana.Tapi,kami belum bisa sebutkan nilai total pembiayaannya,” tuturnya. Arya menjelaskan, laga amal itu menjadi media promosi amunisi keturunan tersebut. Sebab, klub anggota LPI juga diberikan kebebasan melakukan tanda tangan kontrak dengan mereka.
Bukan hanya laga amal, LPI juga menambah jumlah dua venue turnamen pramusim pada 22–29 November.Turnamen itu akan digelar di Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Makassar. ”Silakan kalau klub tertarik terhadap mereka.Tidak ada masalah dengan administrasi, seperti ITC. Bagaimanapun, mereka pemain amatir,”kata Arya. Selain LPI, PSSI juga terobsesi menggelar laga amal timnas Piala AFF 2010 bagi korban letusan Merapi. Bahkan,tempat training camp (TC) timnas akan mengalami revisi.
Menjelang uji coba kontra Filipina pada 16 atau 17 November, Merah Putih akan menjalani TC di Bantul,Yogyakarta. Saat berada di sana,Merah Putih akan menggelar uji coba kontra Persiba Bantul pada 13 atau 14 November. Seusai melawan Filipina, timnas juga menggelar TC di Palembang sebelum menghadapi Hong Kong, 21 November.
Lalu, mereka kembali ke Jakarta menjelang uji coba kontra Taiwan pada 24 November. ”Laga ini murni uji coba,bukan laga amal.Tapi,hasilnya diberikan kepada korban letusan Merapi. Hari ini (kemarin) kami akan bahas masalah ini dengan Riedl (Alfred Riedl, pelatih timnas),” pungkasnya.
LPI sebelumnya berencana menggelar dua laga amal dengan melibatkan tim lokal dan amunisi paspor Belanda keturunan Indonesia. Pertandingan pertama antara Persebaya Surabaya kontra amunisi keturunan itu akan dihelat di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Rabu (10/11). Lalu, laga kedua antara tim asing kontra Persema kembali digelar dua hari berikutnya.
General Manager Bidang Liga LPI Arya Abhiseka mengaku optimistis target incomeRp3 miliar sampai Rp4 miliar akan terpenuhi dari dua laga tersebut. ”Kami berharap target itu terpenuhi.Nilai itu cukup realistis. Tapi,pada dasarnya kami berharap lebih. Nantinya pemasukan dari dua laga itu akan diserahkan kepada korban bencana Merapi dan Mentawai. Kami tidak memiliki tendensi apa-apa, selain ingin membantu kesulitan mereka,” ungkap Arya kemarin.
Sumber pemasukan dari laga amal itu terdiri atas penjualan hak siar, tiket dan sponsor. Arya menambahkan, beban pembiayaan semuanya ditanggung LPI. Selain sewa stadion dan biaya keamanan, LPI juga akan menanggung uang saku pemain asing, transportasi, plus akomodasi selama berada di Indonesia. Namun, LPI menolak menyebutkan nilai total dari penyelenggaraan laga amal di dua venuetersebut. ”Kami tetap memberikan uang saku kepada pemain asal Belanda itu dengan besaran nilai normal.
Hal itu wajar karena mereka datang dari tempat jauh.Yang jelas, semua pembiayaan tidak akan mengurangi jumlah pendapatan yang akan diberikan kepada korban bencana.Tapi,kami belum bisa sebutkan nilai total pembiayaannya,” tuturnya. Arya menjelaskan, laga amal itu menjadi media promosi amunisi keturunan tersebut. Sebab, klub anggota LPI juga diberikan kebebasan melakukan tanda tangan kontrak dengan mereka.
Bukan hanya laga amal, LPI juga menambah jumlah dua venue turnamen pramusim pada 22–29 November.Turnamen itu akan digelar di Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Makassar. ”Silakan kalau klub tertarik terhadap mereka.Tidak ada masalah dengan administrasi, seperti ITC. Bagaimanapun, mereka pemain amatir,”kata Arya. Selain LPI, PSSI juga terobsesi menggelar laga amal timnas Piala AFF 2010 bagi korban letusan Merapi. Bahkan,tempat training camp (TC) timnas akan mengalami revisi.
Menjelang uji coba kontra Filipina pada 16 atau 17 November, Merah Putih akan menjalani TC di Bantul,Yogyakarta. Saat berada di sana,Merah Putih akan menggelar uji coba kontra Persiba Bantul pada 13 atau 14 November. Seusai melawan Filipina, timnas juga menggelar TC di Palembang sebelum menghadapi Hong Kong, 21 November.
Lalu, mereka kembali ke Jakarta menjelang uji coba kontra Taiwan pada 24 November. ”Laga ini murni uji coba,bukan laga amal.Tapi,hasilnya diberikan kepada korban letusan Merapi. Hari ini (kemarin) kami akan bahas masalah ini dengan Riedl (Alfred Riedl, pelatih timnas),” pungkasnya.
