Target PSM kembali masuk sebagai tim papan atas Indonesia Super League (ISL) rupanya membawa konsekuensi besar. Pembiyaan tim musim ini bakal lebih besar, PSM membutuhkan dana Rp21 miliar. Ada selisih Rp 3 miliar karena musim lalu hanya memakai Rp 19 miliar.
Ketua Umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin mengungkapkan, jika PSM ingin eksis di papan atas atau membidik juara, belanja pemain harus lebih besar. Nah itulah yang kini dilakukan manajemen PSM musim ini. "Susah membentuk tim tangguh kalau tak ada dana. Sokongan dana APBD sangat kecil sehingga perlu usaha lain," kata Ilham saat launching tim PSM, Minggu malam.
Musim ini dana APBD untuk PSM dianggarkan Rp15 miliar. Jumlah ini tak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Karena itu Ilham meminta kerja keras pengelola PSM mendapatkan dana sampingan dari sponsor atau pemasukan tiket. Untuk bisa memenuhi angka Rp 21 miliar, pengelola wajib mencari tambahan Rp6 miliar.
Dari mana dana itu? Manajer PSM, Hendra Sirajuddin melalui Marketing Communication, Mario David mengungkapkan, pihaknya kini giat mencari sponsor. Diperkirakan jika memenuhi target, maka sponsor bisa didapatkan mencapai Rp 2-3 miliar. Selebihnya mengandalkan keuntungan penjualan tiket. Panpel dan manajemen kata dia, kini mengalakkan kampanye "Gerakan Nonton Bayar PSM". Tak ada lagi istilah gratis jika mau nonton pertandingan PSM.
"Kami sudah hitung ulang. Jika pemasukan tiket maksimal maka setidaknya bisa menutupi operasional seperti biaya away dan membayar bonus pemain. Selama ini pemasukan melalui tiket sangat minim karena tidak pernah ditertibkan dengan baik," jelas Mario.
Manajemen PSM kini juga mengatur langsung tiket terusan. Tiket VIP seharga Rp5 juta per lembar itu selama ini dipegang panpel, namun dinilai tak maksimal, padahal tiket terusan potensial membantu keuangan PSM. (aci)
Ketua Umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin mengungkapkan, jika PSM ingin eksis di papan atas atau membidik juara, belanja pemain harus lebih besar. Nah itulah yang kini dilakukan manajemen PSM musim ini. "Susah membentuk tim tangguh kalau tak ada dana. Sokongan dana APBD sangat kecil sehingga perlu usaha lain," kata Ilham saat launching tim PSM, Minggu malam.
Musim ini dana APBD untuk PSM dianggarkan Rp15 miliar. Jumlah ini tak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Karena itu Ilham meminta kerja keras pengelola PSM mendapatkan dana sampingan dari sponsor atau pemasukan tiket. Untuk bisa memenuhi angka Rp 21 miliar, pengelola wajib mencari tambahan Rp6 miliar.
Dari mana dana itu? Manajer PSM, Hendra Sirajuddin melalui Marketing Communication, Mario David mengungkapkan, pihaknya kini giat mencari sponsor. Diperkirakan jika memenuhi target, maka sponsor bisa didapatkan mencapai Rp 2-3 miliar. Selebihnya mengandalkan keuntungan penjualan tiket. Panpel dan manajemen kata dia, kini mengalakkan kampanye "Gerakan Nonton Bayar PSM". Tak ada lagi istilah gratis jika mau nonton pertandingan PSM.
"Kami sudah hitung ulang. Jika pemasukan tiket maksimal maka setidaknya bisa menutupi operasional seperti biaya away dan membayar bonus pemain. Selama ini pemasukan melalui tiket sangat minim karena tidak pernah ditertibkan dengan baik," jelas Mario.
Manajemen PSM kini juga mengatur langsung tiket terusan. Tiket VIP seharga Rp5 juta per lembar itu selama ini dipegang panpel, namun dinilai tak maksimal, padahal tiket terusan potensial membantu keuangan PSM. (aci)
