
Ada yang berbeda saat latihan Persib Rabu (15/9) pagi. Seusai latihan para pemain Persib menimpuk mantan winger timnas, Isnan Ali, yang genap berusia 31 tahun. Tak kurang 10 butir telur melayang di sekujur tubuh pemain bernomor punggung 25 ini.
Isnan lahir di Makassar pada tanggal 15 September 1979. Dia mengawali karier sepak bolanya bersama tim Porda Makassar. Setelah itu dia menyeberang ke Banjarmasin memperkuat Barito Putra pada tahun 1999.
Tahun 2002, dirinya hijrah ke Persita Tangerang dan setahun kemudian berkostum Persikota Tangerang. Di dua tim asal Tangerang inilah skill bermain sepak bolanya terasah sehingga membuat pelatih timnas saat itu, Peter Withe, memanggilnya.
Prestasi terbaik Isnan adalah saat mempersembahkan satu gelar juara Liga Indonesia dan tiga tropi Piala Indonesia bersama Sriwijaya FC. Akhirnya, pada 8 September lalu dirinya resmi berkostum Persib musim ini.
Di usianya yang tak muda lagi, Isnan berobsesi untuk menambah koleksi tropinya bersama Persib. Dia menargetkan double winner bersama Persib musim ini yaitu juara liga dan piala Indonesia.
"Harapan saya adalah bermain maksimal dan bisa lebih baik lagi dari musim-musim sebelumnya. Saya dan teman-teman akan berupaya memberikan yang terbaik untuk Persib musim ini," kata Isnan, yang masih berlumuran telur mentah.
Dirinya tak menyangka rekan-rekan pemain Persib begitu respek terhadapnya, sampai-sampai ingat hari ulang tahunnya. "Tradisi lempar telur memang ada juga di Sriwijaya, tapi di sini lain sekali, lebih berasa karena saya pemain baru tak menyangka akan dilempari telur. Saya senang, teman-teman dan bobotoh begitu respek," ujar pemain sayap kiri ini.
