Share |

Tiga Pemain SFC Mangkir


Tiga pemain Sriwijaya FC, yakni Arif Suyono, Oktavianus Maniani dan Rahmat Latief, termasuk pelatih kepala, Ivan Kolev, terancam mendapat sanksi dari manajemen. Pasalnya, pelatih dan ketiga pemain Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) ini terlambat bergabung.
“Kami akan menjalankan sesuai dengan autran. Siapa pemain yang melanggar aturan, maka akan kami berikan sanksi. Ini demi keharmonisan tim,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (13/9).
Ya, sebelumnya manajemen telah memberikan warning kepada pemainya untuk tidak bandel. Bahkan, pihak manajemen juga telah terang-terangan akan memberikan sanksi tegas kepada pemainnya yang mbalelo.
Tapi, saat dikonfirmasikan sanksi apa yang akan diberikan, Hendri enggan menyebutkan. “Kita masih akan mendengar apa alasan mereka terlambat. Bila terbukti bersalah, maka kami akan memberikan sanksi sesuai dengan yang telah di sepakati di klausal kontrak,” lanjutnya.
Khusus untuk Ivan Kolev, Hendri akan melihat dahulu alasan keterlambatannya. Kolev sendiri harus terlambat bergabung lantaran mengurus Keterangan Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang mengalami kesalahan pengetikan.
“Kami lihat dahulu. Inikan bukan kesalahan Kolev. Dia masih mengurus kesalahan pengetikan KITAS yang seharusnya diketik 12 bulan di tulis 12 hari. Ini harus diurus ulang di Singapura,” tambahnya.
Hal senada juga diungkap oleh Kepala Bidang Umum Sriwijaya FC, Siswandi. “Sampai latihan Pagi tadi (kemarin, red) mereka belum bergabung. Alasanya ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi, kemungkinan sore ini (kemarin sore, red) mereka sudah latihan,” ujar Siswandi saat dihubungi kemarin (13/9).
Tertahan di Surabaya
Sementara itu, skuad Sriwijaya FC hari ini (14/9) baru bisa menjalani training center (TC) di Hotel Kusuma Agrowisata Batu, Malang, Jatim. Pasalnya, hotel yang akan di jadikan TC masih penuh oleh pengunjung.
“Kemungkinan, besok (hari ini, red) usai makan siang kami baru berangkat ke Batu, Malang. Penundaan ini lantaran hotel sedang penuh karena masih dalam suasana hari raya Idulfitri,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin.
Dengan penundaan ini, skuad Sriwijaya saat ini masih tertahan di Surabaya selama dua hari. Tim juara double winner 2007 sendiri harus menjalani latihan rutin dengan menyewa lapangan yang ada di Surabaya. “Kami sudah berkumpul sejak 12 September lalu. Tapi, meski batal ke Malang. Kami tetap melakukan latihan dengan menyewa lapangan Pertamina Surabaya,” lanjut anggota DPRD Banyuasin ini.
Hendri sendiri berharap, pemain bisa segera menjalani TC di Batu Malang. Sebab, hal ini sangat penting guna persiapan mengahadapi kompetisi musim ini yang dinilai sangat berat. “Kami berharap secepatnya bisa segera menjalani TC di Batu Malang. Waktu kami menjalani persiapan kompetisi sangat mepet,” imbuh asal Payaraman, Ogan Ilir (OI) ini.
Manajemen sendiri sengaja memilih hotel Kusuma Agrowisata Batu, Malang lantaran mempunyai fasilitas yang lengkap. Punya lapangan sepak bola yang mempunyai rumput berkualitas internasional, lapangan tenis bertaraf nasional, kolam renang, pusat kebugaran, lapangan basket dan lapangan voli. (mg43)
Share on Google Plus

About 12paz