
Presiden Direktur, PT Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla menyambut baik format yang ditawarkan oleh Liga Primer Indonesia (LPI). Bahkan, Andi rela menyerahkan pengelolaan kompetisi kepada penggagas liga tandingan itu bila berhasil menyediakan dana awal bagi para klub.
"Saya ikhlas menyerahkan pengelolaan liga ini kepada LPI bila memang mampu memberikan dana yang dijanjikan kepada masing-masing klub. Terus terang, sepakbola kita memang butuh investor," kata Andi dalam jumpa pers, Jumat, 17 September 2010.
Penggagas LPI sebelumnya memang memberikan tawaran yang menggiurkan bagi klub-klub yang ingin ambil bagian. Selain akan mendapat saham dari liga tersebut, tiap klub juga dijanjikan dana awal sebesar sebesar Rp 15 Miliar - Rp 20 Miliar.
"Sangat menggembirakan bila sepakbola Indonesia dilirik investor. Kalau pak Arifin (Panigoro) memang bisa mendatangkannya, saya sendiri yang akan merekomendasikannya kepada Ketua UmumPSSI, Nurdin Halid. Inilah orang yang tepat untuk kompetisi Indonesia," tegas Andi.
LPI memang bukan sekadar wacana lagi. Sore ini, Jumat, 17 September 2010 para penggagas yang dikomandoi pengusaha Arifin Panigoro bertemu dengan pewakilan beberapa klub di Griya Jenggala, Jakarta.
Namun pertemuan belum sampai pada tahap deklarasi melainkan hanya sekadar diskusi soal kelanjutan liga tandingan ini. Beberapa klub yang hadir adalah PSM Makassar,Persija, Persitara, dan Persebaya Surabaya.
Sebelum pertemuan LPI, PT Liga Indonesia juga menggelar pertemuan dengan perwakilan klub-klub peserta ISL 2010/2011. Usai pertemuan Andi mengatakan, bahwa seluruh klub berkomitmen untuk tetap tunduk pada statuta yang berlaku.
"Saya tidak perlu tanda tangan dan tidak perlu deklarasi karena kita adalah olahragawan dimana mulut kita selalu bisa dipercaya," tandas Andi.
