
Klub Divisi Utama Persitara Jakarta Utara terancam bubar.Laskar Si Pitungtidak mendapatkan jaminan subsidi dari pemerintah.
Persitara tidak punya anggaran untuk mengarungi musim kompetisi 2010 /2011. Imbas dibekukannya proposal pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Ketua Harian Persitara Hari Ruswanto mengungkapkan,klub tidak mendapatkan jatah ABT untuk putaran pertama Divisi Utama. ”Persitara tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah.Kondisi ini jelas menyulitkan.Kami tidak tahu bagaimana masa depan tim.Selama ini 80% pendanaan tim berasal dari sana,”ungkapnya kemarin. Klub Jakarta sebelumnya mengajukan ABT dengan nilai total Rp20 miliar. Rinciannya Persija Jakarta disubsidi Rp15,5 miliar,lalu sisanya diberikan kepada Persitara.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya mengklaim bahwa ABT untuk duo Jakarta itu sudah mendapat persetujuan dewan.Mereka juga memberikan garansi akan mencairkan dana tersebut secepatnya. Hari menambahkan,persiapan tim saat ini dihentikan karena jaminan dana dari pemerintah nol rupiah.” Seharusnya tim sudah berlatih sejak Rabu (15/9).Tapi, agenda dihentikan karena dana sudah tidak ada. Kami sangat mengharapkan ABT karena jadi jaminan eksistensi tim ke depan. Kalau ABT tidak cair,kami tidak bisa lagi menopang pendanaan. Kami kesulitan mencari sponsor,”paparnya. Hari mengatakan saat ini kas klub bahkan minus.
Persitara dililit utang total Rp200 juta.Rinciannya nilai Rp120 juta untuk membiayai persiapan tim dua bulan terakhir. Lalu sisanya menutupi kebutuhan pemain menjelang Lebaran. ”Pemain kasbon sampai Rp80 juta.Dana itu dipakai untuk hari raya kemarin,” ujarnya. (wahyu argia)
