
Persib Bandung tidak ingin gegabah untuk bergabung dalam Liga Primer Indonesia (LPI) sebagai tandingan Liga Super Indonesia (LSI) yang digagas pengusaha Arifin Panigoro. Persib masih akan mempelajarinya.
"Kita masih belum memutuskan. Lihat saja nanti," ujar Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, H. Umuh Muchtar kepada "GM", Minggu (19/9).
Pada pertemuan antara penggagas LPI dengan sejumlah klub beberapa waktu lalu, Persib memang tidak hadir. Dalam pertemuan tersebut LPI telah mengklaim 15 klub akan bergabung. Sejumlah klub tersebut di antaranya Persija Jakarta, Persijap Jepara, Arema Indonesia, Persema Malang, PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, dan Persisam Samarinda.
Menurut Umuh, Persib harus mempertimbangkan secara matang keikutsertaannya di LPI. Pasalnya selama ini, Persib berlaga di LSI. Untuk itu perlu pembahasan yang cukup tentang untung-rugi keikutsertaan Persib di ajang tersebut.
"Selama ini Persib masih konsentrasi di LSI. Sedangkan untuk LPI belum dibahas," katanya.
LPI akan menggunakan format profesional layaknya kompetisi profesional, salah satunya dengan menyertakan klub sebagai pendiri liga. Kompetisi dibentuk, diurus dan dimainkan oleh klub.
LPI mengadopsi model Liga Premier Inggris yang berdiri sendiri, terpisah dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA). LPI nantinya akan merangsang klub peserta untuk mandiri dan bisa mengelola keuangannya sendiri. Semua klub peserta punya perwakilan dan menjadi pengurus.
LPI memang terbentuk atas kekecewaan sejumlah pihak terhadap LSI dan PSSI. LSI dianggap terlalu menguntungkan PSSI dan klub hanya memperoleh sedikit keuntungan. Sedangkan LPI menawarkan keuntungan yang cukup besar bagi klub. Salah satunya, klub akan menerima pembagian keuntungan dana dari sponsor secara penuh atau 100 persen. (B.98/net)
