
Pelita Jaya secara resmi telah mengontrak Tomoyuki Sakai. Mantan pemain timnas Jepang yang berusia 31 tahun ini sudah meneken kontrak dan lolos tes medis.
Direktur teknik Rahim Soekasah menyebutkan, pihaknya masih mengincar tiga pemain Jepang lainnya untuk memenuhi kuota pemain asing menjelang Superliga Indonesia 2010/11.
Hingga November nanti, lanjut Rahim, pelaksana tim masih di bawah Jajang Nurjaman, dan pelatihnya tetap Fandi Ahmad sesuai kontrak.
Pelita Jaya sebelumnya sudah mendepak seluruh kekuatan asing yang merumput pada musim 2009/10.
Alasannya, Rahim ingin menggunakan jasa pemain asing khususnya dari Asia Timur. Selain Jepang, Pelita membidik pemain-pemain dari Korea Selatan.
"Kami fokus kepada dua negara itu karena sudah diketahui kualitasnya. Rata-rata pemain asing Afrika atau Amerika Latin yang bermain di sini sekarang hanya masuk kategori C atau D," ujar Rahim.
Tahun lalu, Tomoyuki berkostum Fujieda MY FC di Divisi 1 Jepang. Tapi sebelumnya, dia sempat membela empat klub J-League, masing-masing JEF United Ichihara Chiba (1997-2000), Nagoya Grampus Eight (2001-2003), Urawa Reds (2004-2007), dan Vissel Kobe (2007-2008).
Direktur teknik Rahim Soekasah menyebutkan, pihaknya masih mengincar tiga pemain Jepang lainnya untuk memenuhi kuota pemain asing menjelang Superliga Indonesia 2010/11.
Hingga November nanti, lanjut Rahim, pelaksana tim masih di bawah Jajang Nurjaman, dan pelatihnya tetap Fandi Ahmad sesuai kontrak.
Pelita Jaya sebelumnya sudah mendepak seluruh kekuatan asing yang merumput pada musim 2009/10.
Alasannya, Rahim ingin menggunakan jasa pemain asing khususnya dari Asia Timur. Selain Jepang, Pelita membidik pemain-pemain dari Korea Selatan.
"Kami fokus kepada dua negara itu karena sudah diketahui kualitasnya. Rata-rata pemain asing Afrika atau Amerika Latin yang bermain di sini sekarang hanya masuk kategori C atau D," ujar Rahim.
Tahun lalu, Tomoyuki berkostum Fujieda MY FC di Divisi 1 Jepang. Tapi sebelumnya, dia sempat membela empat klub J-League, masing-masing JEF United Ichihara Chiba (1997-2000), Nagoya Grampus Eight (2001-2003), Urawa Reds (2004-2007), dan Vissel Kobe (2007-2008).
