
Konsolidasi dilakukan Liga dengan klub anggota ISL terkait potensi invasi kompetisi tandingan Liga Primer Indonesia, Jumat (17/9). Pertemuan tersebut dihadiri16 klub,hanya Persipura Jayapura dan Persisam Putra Samarinda yang absen.
Tapi, mereka kabarnya tetap siap merumput di ISL. Kompetisi sepak bola tertinggi negeri ini pun otomatis tidak mengalami perubahan komposisi peserta. ISL tetap diikuti 18 klub dan tiga di antaranya tim promosi, Semen Padang, Persibo Bojonegoro, dan Deltras Sidoarjo. Presiden Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusala mengungkapkan, suara klub bulat mengikuti ISL. ”ISL tetap solid. Tidak terpengaruh apa-apa.Semua klub ingin mengikuti ISL. Tapi, Liga pada dasarnya tidak melarang klub ISL bermain di Liga Primer. Hal sama berlaku bagi klub dengan level kompetisi di bawahnya. Silakan saja kalau ada klub Divisi Utama yang bermain di Liga Primer,” kata Andi kemarin.
Pria berinisial ADS ini menambahkan, Liga sebelumnya sudah melakukan pembicaraan internal dengan pengelola Liga Primer.Penawaran kerja sama juga ditawarkan. Sebab, Liga juga membutuhkan investor kuat untuk mengelola kompetisi secara menyeluruh. ”Kalau ada klub yang keluar dari ISL atau level kompetisi lain, dia akan langsung diganti.Tujuannya agar kuota tetap sama. Sebenarnya kami berharap investor seperti Pak Arifin Panigoro mau bergabung.Silakan saja kalau mau masuk. Saya sudah bicarakan hal ini langsung dengan Pak Arifin Panigoro tiga hari sebelum Lebaran,” ungkapnya. Liga juga mengaku siap melakukan revisi beberapa kebijakan, terutama menyangkut sponsorship dan hak siar.
Klub selama ini memang tidak mendapatkan jatah anggaran dari sponsor utama. Mereka juga memiliki kans mendapatkan uang dari penjualan hak siar dalam nominal kecil. Soal ini,ADS menyatakan,Liga siap melakukan cuci gudang bila individu pengelola tidak disukai lagi. ”Kebijakan hak siar dan sponsorship akan ditinjau ulang. Nanti ada pertemuan dengan ketum (ketua umum) PSSI.Kami pada dasarnya siap keluar dari Liga kalau tidak dipercaya lagi.Tapi, mereka yang mau masuk harus menyiapkan dana Rp562 miliar. Dana itu nantinya akan dibagikan pada klub,”tandas ADS. Pernyataan Liga tersebut dikuatkan Persija Jakarta.
Manajemen klub Ibu Kota berjuluk Macan Kemayoran mengatakan, mayoritas klub tetap memilih ISL meski tidak menutup mata atas penawaran Liga Primer.Namun, klub tetap menuntut adanya perubahan regulasi sponsorship dan hak siar sebagai sumber lain pendanaan. Selama ini klub selalu bergantung pada APBD,karena pemasukan dari tiket tidak mencukupi. Klub juga kesulitan mendapatkan sponsor. Problem menjadi rumit lantaran biaya penyelenggaraan pertandingan dan operasional klub sangat besar. ”Liga tidak memaksa kami untuk tetap bertahan di ISL.Tapi, semua sepakat mendukung ISL. Tim Persija yang sudah terbentuk saat ini tetap bermain di ISL.Kebijakan nilai hak siar yang diterima klub harus dikaji ulang.
Selama ini nilainya tidak pantas. Klub juga harus diberi kebebasan penentuan eboard iklan. Kami juga meminta Liga ikut memikirkan izin laga,” kata Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarief. Anggota Eksekutif Komite (Exco) PSSI Mafirion menjelaskan, klub yang menyeberang ke Liga Primer dikeluarkan sebagai anggota PSSI. Hak dan kewajiban mereka sebagai anggota PSSI gugur. Bukan hanya itu, statusnya juga otomatis dikeluarkan dari Liga. (wahyu argia)
