Share |

Liga Ancam PSSI dan Liga Tandingan


Presiden Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla mengancam akan memberikan hukuman bagi klub-klub Superliga Indonesia maupun divisi utama, yang ambil bagian di Liga Premier Indonesia (LPI).

Menurut Andi, tim-tim yang tetap tampil di kompetisi ilegal versi PSSI tersebut akan dikeluarkan dari keanggotaan PSSI dan tidak bisa berlaga di kompetisi non amatir sepakbola nasional yang digelar PSSI. Hal itu sesuai Statuta PSSI.

"Klub-klub sepakbola non amatir nasional bisa kehilangan hak mereka, termasuk hak suara di kongres dan mengikuti kompetisi di bawah PSSI. Meski demikian, kami sama sekali tidak melarang klub yang tetap ingin ikut LPI," tegas Andi saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Jumat (17/9).

"Tadi pagi, saya sudah bertemu dengan 16 klub kontestas Superliga, minus Persipura dan Persisam. Tapi kedua tim ini sudah mengabarkan, jika mereka tetap akan ikut kompetisi musim ini, apa pun keputusan yang nantinya dikeluarkan," lanjutnya.

Masih kata Andi, dirinya sudah mengatakan kepada para klub yang ingin bergabung dengan LPI agar melapor sebelum 26 September. Dengan demikian pihaknya bisa mencari tim penggantinya, yakni yang berasal dari peringkat bawah.

Menanggapi ancaman dari Liga, Saleh Ismail Mukadar, salah seorang penggagas LPI, menyatakan hal tersebut tidak bisa dilakukan PSSI. Sebab hak suara suatu klub baru bisa dicabut melalui kongres PSSI.

"Ini semua sudah tercantum di statuta FIFA yang menjadi acuan PSSI dalam membuat Statuta," sungut Saleh yang juga ketua umum Persebaya Surabaya.
Share on Google Plus

About 12paz