
Pelatih PSM, Robert Rene Alberts, merespons cepat kegagalan mendatangkan gelandang Luciano Martin Zada. Robert langsung membidik calon pengganti. Pemain yang sedang "diintai" Robert adalah Srecko Mitrovic, gelandang serang berkebangsaan Australia.
Menurut Robert, Mitrovic punya cukup pengalaman. Itu jika melihat curriculum vitae-nya. Pemain 26 tahun itu pernah berlaga di Ascoli, klub serie B Italia, pada 2003-2005. Dia juga pernah bermain di Liga Rumania. Mitrovic terakhir kali merumput di Australia bersama Sutherland Shark.
Robert pun tahu, Mitrovic pernah ikut seleksi di beberapa klub Indonesia musim lalu. Mitovic ditolak Persebaya, Persija, hingga Persitara. "Namun sebenarnya dia hampir bergabung Persija. Hanya saja, posisinya tidak cocok dengan kebutuhan klub itu," kata Robert, malam tadi.
Mitrovic nyaris mengikuti seleksi di PSM pada awal putaran kedua musim lalu. Hanya saja, dia batal didatangkan karena saat itu PSM butuh striker. Padahal, posisi asli Mitrovic adalah gelandang serang. "Mudah-mudahan dia bisa menunjukkan performa yang bagus," harap Robert.
Robert menambahkan, Mitrovic segera terbang ke Makassar. Pemain ini rencananya bahkan akan langsung diturunkan saat PSM menjalani laga uji coba, Sabtu, 18 September. Robert sangat berharap sosok yang dicari untuk posisi gelandang serang ada pada sosok Mitrovic.
Realistis
Musim lalu, Robert Rene Alberts menjalani debut indah di pentas Indonesia Super League (ISL). Menukangi Arema Indonesia yang bermaterikan rata-rata pemain muda, Robert langsung meraih gelar juara.
Tetapi itu tidak membuat Robert optimis musim ini saat tengah mengarsiteki PSM Makassar. Pelatih berpaspor Belanda itu tidak begitu yakin bisa membawa Pasukan Ramang juara.
Alasan Robert, PSM melakukan perombakan sekira 70 persen. Butuh waktu untuk menyatukan pemain. Robert juga membandingkan PSM dengan Bolton Wanderes di Premier League.
"Musim lalu Bolton finis posisi 13. Sama dengan PSM. Nah, kalau Bolton target juara musim ini, rasanya berat," katanya saat silaturahmi dengan wartawan di Baruga Anging Mammiiri, malam tadi.
Pelatih 55 tahun itu pun menyatakan bahwa jika musim ini PSM bisa finis di atas peringkat 13, sudah bagus. "Tetapi kita tetap akan berusaha," imbuh mantan pelatih Sarawak FC, Malaysia itu.
Pernyataan Robert langsung memancing sejumlah komentar wartawan. Alasannya, PSM punya tradisi di Indonesia. Beda dengan Bolton di ranah Inggris yang memang bukan tim besar.
Robert pun langsung menjawab bahwa harapan terbesar PSM musim ini adalah bisa meraih trofi. "Tolong jangan tulis Robert tidak mau juara. Sebab kami tetap bakal berjuang," tuturnya.
Saat disinggung soal kondisi Arema musim lalu yang hampir sama dengan PSM saat ini, Robert langsung memberi statemen. "Kami tidak pesimis. Kami berusaha menang setiap laga," jelasnya.
Robert pun mengaku punya keyakinan potensi pemain muda yang dimiliki PSM bisa diandalkan. Robert pun masih optimis PSM bisa menjadi pemuncak klasemen pada putaran pertamasebagai target awal.
Ketua Umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin hanya menitip pesan kepada Robert dan tim teknik lainnya untuk berusaha maksimal. Pihak klub siap memberi dukungan demi prestasi PSM. (zul-aci)
