
Bergabungnya mantan defender Persisam Samarinda, Hamka Hamzah jelas memberi angin segar khususnya barisan belakang Persipura. Kualitas dan kemampuan yang dimiliki pemain kelahiran Sulawesi 29 Januari 1984 ini memang tak lagi diragukan. Namun dari catatan sang pelatih Jacksen F Tiago ada hal yang perlu diperhatikan mantan pemain Persisam itu.
Yakni bobot atau berat badan mantan pemain Persija dan Persik Kediri itu dianggap kurang ideal. “Tapi saya pikir semua butuh proses, kita kembalikan saja ada proses itu,” tutur Jacksen pada wartawan.
Program yang disusun Jacksen salah satunya adalah mengukur kadar lemak pemain dan dihari terakhir kemarin ada empat pemain yang mengikuti program tersebut termasuk Hamka Hamzah. Tentang berat badan yang kurang ideal ini Jacksen mengaku telah berbicara langsung kepada Hamka dan pemain dengan tinggi 183 cm ini menyadari akan hal itu. “Ini menjadi tugas pelatih fisik, Osvaldo Lessa tapi kami sudah berkomunikasi dengan Hamka dan anak itu menyadari bahwa memang berat badannya harus diturunkan sedikit,” katanya.
Namun, jangan mengukur Hamka dari postur tetapi sebaiknya melihat dari hati. Jacksen melihat pemain yang selalu mengenakan nomor punggung 23 ini memiliki hati yang luar biasa untuk menunjukkan dedikasinya pada tim. “Kami juga beberapa kali mengganggu dia (Hamka) puasa kok badannya tidak turun wah berarti patut dipertanyakan puasanya,” canda Jacksen.
“Saya pikir ini saat penting untuk kami saling membangun komunikasi dan terus memadukan tim dengan waktu yang terus mepet, mudah-mudahan semua bisa dilalui dengan baik,” imbuh Jacksen. (ade/wen)
Ferdiansyah (20), Bio (45), Victor Igbonefo (32), Ricardo Salampessy (4), Hamka Hamza (?), Ortisan Solossa (26), Gerald Pangkali (15), David Laly (6), Stevi Bonsapia (7), Ian Kabes (13), David Uron (8), Tinus Pae (21), Boaz Solossa (86), Zah Rahan (10), Titus Bonay (?), Lukas Mandowen (?), Rahmad Rivai (?), Marco Kabiay (?)
