
PT Liga Indonesia (Liga) resmi merevisi homeground beberapa klub Indonesia Super League (ISL) 2010/2011.Mereka menetapkan venue baru bagi klub. Liga mengklaim sedikitnya empat klub positif memindahkan homeground-nya.
Mereka adalah PSPS Pekanbaru,Persibo Bojonegoro, PSM Makassar, dan Persiwa Wamena.Alasannya,venueyang diajukan tidak layak dan harus dilakukan renovasi. Pembenahan stadion sebelumnya dilakukan Persibo.Namun, renovasi diprediksi selesai November. Sekretaris PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy mengatakan, markas PSPS dan tiga klub itu belum layak menggelar laga ISL. ”Berdasarkan hasil rapat pleno, Selasa (14/9), mereka harus memindahkan stadion.
Venue mereka belum layak, itu mengacu pada hasil verifikasi,” ungkap Tigorshalom kemarin. Pemindahan homeground klub sebelumnya banyak terjadi pada ISL 2008/2009. Persija Jakarta akhirnya memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) lantaran Stadion Lebak Bulus dinilai tidak layak oleh Liga. Kebijakan serupa dialami PSMS Medan, imbas buruknya infrastruktur Stadion Teladan.
Nasib sama dengan Persitara Jakarta Utara dan Persita Tangerang.Mereka lalu memilih Stadion Si Jalak Harupat,Soreang,Kabupaten Bandung, sebagai homeground.Kondisi semakin buruk saat mereka kesulitan mendapatkan izin sehingga sering berpindah venue. ”Kalau renovasi selesai, mereka diizinkan kembali ke venue lama. Lama tidaknya klub bermukim di homeground sementara tergantung cepat tidaknya renovasi. Bila stadion siap,mereka bisa mengonfirmasikannya ke Liga.
Nanti akan kami cek,”lanjutnya. Bukan hanya PSPS dan tiga klub itu, Liga juga memberikan catatan bagi empat klub ISL lain. Vonis pindah homegroundakan diberikan bila mereka tidak menunjukkan perkembangan bagus. Keempat klub tersebut adalah Semen Padang (SP), Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo,dan Persiba Balikpapan. Tigorshalom menambahkan, SP dan tiga klub itu dinyatakan lolos verifikasi dengan catatan.
”Mereka dalam pengawasan Liga. Perbaikan stadion harus dilakukan. Bila tetap buruk, mereka harus pindah,”cetus Tigorshalom. Pada musim pertama ISL, hanya enam yang lolos verifikasi secara murni. Sedikitnya 10 klub lolos dengan catatan. ”Pemilihan homeground diserahkan sepenuhnya kepada klub, seperti empat klub lainnya.
Kami sudah menyiapkan buffer stadium. Tapi, Stadion Manahan (Solo), Stadion Jati Diri (Semarang), dan Stadion Gajayana (Malang) hanya dipakai menggelar laga yang bermasalah dengan perizinan,” pungkasnya. (wahyu argia)
