-Nasib buruk menimpa klub Arema Indonesia. Di tengah kondisi keungan yang belum stabil, dan menjelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011, PT Bentoel Prima tak lagi memberikan subsidi anggaran untuk musim ini dan mendatang.
Akibat tak lagi membiayai klub yang saat ini diasuh oleh Miroslav ‘Miro’ Janu ini, banyak anggapan bahkan tuduhan dari pihak manajemen Arema bahwa PT Bentoel dianggap mengingkari janji kepada Arema Indonesia.
Anggapa dan tuduhan dari pihak manajemen Arema itu langsung disangkal dan dibantah pihak PT Bentoel bahwa anggapa dan tuduhan ingkar janji tersebut sangat tidak benar.
Menurut Kepala Hubungan Masyarakat Grup Bentoel Satrija Budi Wibawa, setelah pihaknya melepas Arema pada Senin, 3 Agustus 2009 lalu, Bentoel berkonsentrasi mengembangkan bisnis untuk tetap menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.
“Program ini, makin menguat setelah British American Tobacco (BAT) mengakuisi 85 persen saham Bentoel senilai US$ 494 juta atau hampir Rp 5 triliun pada medio Juni 2009 dan baru pada Januari 2010 Grup Bentoel resmi merger dengan BAT Indonesia,” katanya kepada wartawan di Malang Jumat (03/09/2010).
Kata Satrija Budi, sejak Bentoel tak lagi membiayai Arema, pihaknya sudah menyerahkan pengelolaan Arema kepada konsorsium yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat di Malang Raya. Bagi yang memiliki keahlian dan kemampuan untuk mengembangkan dan membawa Arema Malang terus maju.
Satrija Budi menceritakan, keputusan menarik diri sebagai sponsor bagi Arema itu, dikarenakan Bentoel ingin fokus untuk membangun bisnis yang lebih besar di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu) dan memberi manfaat bagi sekitar 20 ribu karyawan dan keluarganya, serta masyarakat secara umum.
Jadi, tegas Satrija Budi, tidak benar kalau dikatakan ingkar janji. “Sangat tidak benar juga kalau kami dianggap mengkhianati Arema dan Aremania. Bagaimana pun kami tetap cinta Arema dan Aremania,” akunya tegas.
Satrija Budi juga mengakui, bahwa keinginan PT Bentoel melepas Arema sudah muncul pada 2008 lalu.
"Setelah manajemen Bentoel berdiskusi dengan banyak pihak, akhirnya, memutuskan untuk tidak total menarik diri dan tetap mendukung Arema sebagai sponsor utama untuk semusim kompetisi Liga Super Indonesia 2009/2010 yang berakhir pada Juni 2010. Saat itu, Bentoel tetap memberikan dana sponsor sebesar Rp 7,5 miliar," akunya.
Pertimbangan lain PT Bentoel jelas Satrija Budi, merujuk pada kesepakatan antara Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pada 2007 lalu, melarang industri rokok menjadi sponsor sepak bola.
“Saya tegaskan lagi, bahwa Bentoel sudah memutuskan untuk tidak lagi terlibat dalam kegiatan cabang olahraga apa pun,” katanya.
Sekedar diketahui, tuduhan bahwa PT Bentoel mengingkari janji pada klub sepak bola Arema Indonesia itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Arema yang sekaligus merangkap Ketua Badan Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla (ADT) itu, Dalam acara buka puasa bersama di kantor Arema Malang, Kamis (02/09/2010).
ADT mengungkapkan kekecewaan yayasan kepada Bentoel yang tak mau mendanai Arema. Manajemen mengetahui penolakan Bentoel setelah Presiden Kehormatan PT Arema Indonesia, yang juga Wakil Bupati Malang Rendra Krina, beserta Ketua Yayasan Arema mendatangi Bentoel.
Saat itu, ADT menganggap bahwa Bentoel dianggap tidak konsisten pada komitmen dan janji ingin membantu Arema sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan 4 Agustus 2009, bahwa Bentoel siap membantu Arema pada 2009 dan 2010.[ain/gir]

