
Di sela persiapan Persiba menuju Inter Island Cup (IIC) di Palembang 27 Agustus, manajemen klub ditawari gelandang serang dari Singapura, Khairul Amri.
Tim berjuluk Beruang Madu itu memang sedang mencari satu lagi pemain asing Asia untuk melengkapi kuota tim.
"Saya dengar memang demikian dari Ketua," kata Junaidi, pelatih Persiba. Ketua yang dimaksud adalah Sjahril M Taher, yang ketika coba dihubungi beberapa kali ke ponselnya tak tersambung.
Khairul Amri ditawarkan oleh Soccerindo Sport Management, agen pemain asing di Jakarta.
Namun demikian, Bang Jun, panggilan akrab Junaidi, juga belum mendapat informasi detil tentang pemain Timnas Singapura ini.
"Bila betul Khairul Amri kita pasti akan sambut baik," sambungnya sepulang dari latihan malan di lapangan sepakbola Community Center milik Chevron di Pasir Ridge, Balikpapan, Senin (23/8)
Label anggota timnas atau tim nasional, papar Bang Jun, walaupun belum pasti juga seperti pada hal Ahn Hyo-heon yang baru saja dipulangkan Persiba, memang bisa sangat mengesankan.
"Namanya pemain timnas, pastilah punya pengalaman bertanding banyak, baik di level nasional maupun internasional. Pengalaman itu tentu memberi kualitas yang berbeda bagi pemain tersebut dibanding pemain lain yang belum pernah atau tidak pernah jadi anggota timnas," papar Bang Jun.
Apalagi posisi Khairul Amri sebagai gelandang serang memang sangat klop dengan kebutuhan Persiba. Tim Beruang Madu tengah mencari gelandang yang trengginas, yang kebetulan klop dengan tipikal Amri saat membela Tim Singa.
Di Timnas Singapura, Amri merupakan tandem M Noh Alam Shah, striker milik Arema Indonesia yang baru saja mengantarkan Singo Edan menjadi jawara Indonesian Super League.
Sebelum Persiba, nama Khairul Amri sempat dikaitkan dengan Persisam Putra Samarinda. Namun sampai beberapa waktu kemudian kabar itu tak terdengar lagi kelanjutannya.
Suksesnya Noh Alam Shah dan M Ridhuan bersama Singo Edan dan penampilan cemerlang Bhaihaki bersama Macan Kemayoran membuat sejumlah klub berminat mengimpor pemain asal Singapura.
Ini merupakan fenomena baru, sebab pada musim-musim sebelumnya pemain Singapura masih kalah pamor dari pemain Thailand.
"Kualitas pemain Asia, khususnya Singapura, ternyata tak kalah bagus dari pemain Afrika dan Amerika Latin yang terlebih dulu main di liga kita," kata Bambang Nurdiansyah, pemain timnas Indonesia era 1980-an seperti dikutip supersoccer.
Pemain-pemain Singapura itu membawa keuntungan tersendiri bagi Indonesia. "Kita jadi lebih gampang memantau gaya permainan timnas mereka," kata Bambang. (ant/row)
