
Sejak Minggu (22/8), skuad penghuni pemusatan latihan timnas merah putih bertambah seorang pemain. Dia adalah gelandang asal Persiwa Wamena Habel Satya.
Kedatangan pemain 23 tahun itu memunculkan pertanyaan. Pemain itu sempat dilupakan pelatih timnas Indonesia Alfred Reidl. Sebab, saat dipanggil pada gelombang pertama awal Agustus lalu, Habel bersama Yesaya Desnam tidak muncul di Jakarta dengan alasan sulit mendapat tiket penerbangan.
Pada pemanggilan gelombang kedua setelah libur awal puasa, hanya Yesaya yang akhirnya dipanggil lagi oleh Riedl dengan alasan sulitnya mencari pemain belakang yang bagus. Habel pun dilupakan.
Tapi, setelah seminggu latihan pemanggilan gelombang kedua berjalan, Habel tiba-tiba dipanggil kembali. Padahal, sebelumnya, Riedl menegaskan bahwa dirinya tidak memerlukan pemain pengganti, meski Boaz Solossa dan Ian Kabes mangkir dari pemanggilan. Dalam dua kali sesi latihan, performa Habel juga tidak terlihat istimewa.
Nah, kepada wartawan yang mememui setelah memimpin latihan, Riedl mengungkapkan bahwa pemanggilan Habel merupakan rekomendasi dua asistennya, Wolfgang Pikal dan Widodo C. Putro.
Pelatih asal Austria tersebut menyatakan belum banyak mengetahui pemain kelahiran 12 September 1987 itu. ''Habel merupakan rekomendasi asisten-asisten saya. Kemampuannya akan coba kami lihat dalam latihan,'' terang Riedl.
Ketika dikonfirmasi, Ketua Badan Timnas Nasional (BTN) Iman Arif yang sore kemarin sore menyaksikan latihan bersama Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengakui bahwa pemanggilan Habel atas rekomendasi asisten pelatih.
''Kami kira tidak ada masalah dalam pemanggilan itu. Toh, ini baru tahap seleksi. Jika nanti di tengah jalan ternyata ada pemain yang lebih bagus, bisa saja dia tereliminasi. Ini berlaku bagi semua pemain,'' ungkapnya.
Sementara itu, meski sudah berkali-kali mangkir, Boaz Solossa dan Ian Kabes ternyata masih terkesan diberi keistimewaan. Tidak tanggung-tanggung, yang mengungkapkan hal itu adalah Ketum PSSI Nurdin Halid. Menurut dia, karena ini masih tahap seleksi, Boaz dan Kabes masih diberi kesempatan untuk mengikuti.
Nurdin mengungkapkan, sejauh ini, dirinya belum menerima laporan resmi dari BTN terkait tidak datangnya Boaz dan Kabes dalam pemanggilan seleksi timnas kali ini.
''Kami masih menunggu laporan resminya. Tapi, kami sudah memutuskan tetap akan memberikan sanksi berat kepada pemain yang mangkir. Itu jika terjadi ketika para pemain tersebut sudah resmi terpilih masuk timnas, tidak dalam tahap seleksi seperti ini,'' ujar Nurdin.
Dalam latihan kemarin sore, seorang pemain tidak tampak di lapangan. Yaitu, kiper Kurnia Mega. Menurut ofisial timnas, penjaga gawang Arema Indonesia itu meminta izin karena ada salah seorang anggota keluarganya yang meninggal.
Sementara itu, Firman Utina yang dua hari sebelumnya mendapat cedera engkel sudah bisa berlatih normal. Immanuel Wanggai yang juga cedera engkel kiri masih berlatih terpisah ditemani fisioterapis Mathias Ibo. (ali/c5/diq)
